PEMANTAU : Pimpinan Bawaslu Kota Kediri saat Sidang Pendahuluan Pelanggaran Pemilu (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Pernyataan menarik disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri, kemarin usai Sidang Pendahuluan Pelanggaran Adminitrasi Pemilu, menyeret nama H. Nuruddin Hasan .SH, angota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PKB. Bahwa pihaknya membuka pintu lebar kepada LSM yang ingin tergabung dalam pemantau Pemilu.

“Syaratnya cukup memiliki ijin dikeluarkan pemerintah daerah setempat dan siap bekerjasama dengan kami bila ada temuan kejanggalan,” terang Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansur .ST

Setelah sukses mengantisipasi terjadinya money politic saat Pilkada Serentak digelar tahun lalu, Bawaslu Kota Kediri kembali akan menerapkan hal yang sama dengan menggunakan sejumlah jurus jitu penangkalan dan temuan kejanggalan selama tahapan.

“Kami akan terapkan patroli dan sosialisasi bersama PPL dalam segala bentuk kegiatan bersama warga,” terangnya.

Namun untuk Pemilu Serentak nanti, dimana jangkauannya lebih luas karena diikuti 317 Calon Legeslatif (Caleg), salah satu cara ditempuh pihaknya telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPRD Kota Kediri, agar disampaikan kepada Caleg Petahana untuk tidak mempergunakan anggaran bersumber APBD untuk dijadikan kegiatan kampanye.

“Saya juga minta seluruh PPL untuk selalu menjalin komunikasi kepada warga, memberikan pengetahuan atas tahapan Pemilu atas sanksi bila terlibat pelanggaran money politic. Saat ini para tim sukses sedang mengincar suara, pada tahapan kampanye, masa tenang dan saat hari H untuk tidak menerimanya,” tegas Mansur .ST.

Terakhir disampaikan Mansur, saat ini sudah ada satu LSM dari Rumah Keadilan akan bergabung dan bekerjasama dengan Bawaslu untuk melakukan pemantauan selama proses tahapan pemilu.

“Sifatnya bukan hanya memantau, namun para relawan ini mencatat, mendokumentasikan dan segera melaporkan kepada kami,” imbuhnya.

Syarat menjadi pemantau Pemilu cukup mudah, dengan mengajukan surat disertai keterangan dikeluarkan pemerintah daerah bila organisasi yang menaungi memiliki ijin resmi. “Monggo pintu kami terbuka lebar bagi LSM yang ingin bergabung sebagai relawan pemantau,” tuturnya. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.