Randi Wisnu Kusuma, S.STP, Kasipem Kecamatan Krian, saat memimpin Rapat Koordinasi. (FT/MKY)

SIDOARJO | duta.co – Jika tidak ada aral melintang, Kamis 10 Juli 2025, seluruh peserta (169 orang) calon Perangkat Desa dari 9 Desa di Kacamatan Krian, Sidoarjo akan mengikuti tes CAT (Computer Assisted Test ) di Gedung BKN Jawa Timur, Jl Letjend. S Parman No.6, Waru, Kabupaten Sidoarjo.

“Ya! Ada 169 peserta dari 9 Desa di Kecamatan Krian (yang membutuhkan perangkat desa). Hari ini, panitia koordinasi. Ada hal penting yang perlu disampaikan terkait ujian peserta dan tata tertibnya,” demikian disampaikan Randi Wisnu Kusuma, S.STP, Kasipem (Kepala Seksi Pemerintahan) di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Randi, panitia P2D (Pengangkatan Perangkat Desa) harus mengenali identitas calon perangkat desa. Ini untuk menghindari permainan joki (penyusup yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menerima imbalan uang).

“Kalau panitia tidak paham, bisa berbahaya. Yang ikut ujian (bisa) orang lain. Karena itu, begitu pantia tahu siapa yang menempati ranking 1, terpilih, maka panitia harus segera memanggilnya. Ini penting untuk menghindari ulah joki,” tegasnya dalam rapat koordinasi P2D di Kecamatan Krian, Selasa (1/7/25).

BKN (Badan Kepegawaian Negata) Jatim, jelasnya, juga siap menuntaskan ujian lagi (Kamis 10 Juli 2025), jika hari itu ada peserta yang nilainya sama besar. “Jika ada yang nilai tertinggi sama (draw), maka, BKN Jatim siap mengadakan ujian lagi pada hari itu juga,” urainya.

Yang jelas, peserta harus memahami tata tertibnya. Pertama, Peserta harus hadir paling lambat 60 menit sebelum seleksi dimulai dan atau sesuai ketentuan yang diatur oleh panitia seleksi untuk proses registrasi dan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan peserta.

Kedua, bagi peserta seleksi perangkat desa harus membawa Karta Tanda Penduduk (KTP). Ketiga,  peserta menggunakan pakaian rapi, sopan dan bersepatu atau sesuai dengan yang diatur oleh panitia desa (Kaos, celana jeans dan sandal tidak diperkenankan). “Untuk lebih mudahnya, peserta dari Desa Sidorejo pakai baju putih, bawahan hitam,” demikian Anggara Kusuma, Sekretaris P2D Sidorejo.

Keempat, di dalam ruang seleksi, peserta dilarang membawa buku, atau catatan lainnya. Kalkulator, gawai, kamera dalam bentuk apa pun, jam tangan dan alat tulis, KECUALI pensil kayu. Peserta juga dilarang membawa senjata api/tajam atau sejenisnya. Kelima, live score bisa dipantau langsung melalui youtube official kanreg II BKN.

Menurut Angga, panggilan akrabnya,tidak kalah penting peserta harus tahu waktu efektif pelaksanaan seleksi. “Pukul 08.30 sampai dengan 09:30 itu dipakai untuk mengamankan barang (misalnya penitipan), ada body checking, dan registrasi sekaligus pemberian PIN peserta. Pelaksanaan ujian dimulai pukul 09:30 sd 11:00 Wib. Dari Desa Sidoarejo insyaAllah kita carikan kendaraan agar (12 peserta) bisa berangkat bersama,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry