MENINJAU : Wabup Tuban, Noor Nahar Husain meninjau langsung tanggul yang sempat longsor di Desa Sembungrejo, Plumpang (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co – Jelang musim penghujan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, meninjau langsung tanggul aliran Bengawan Solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, yang sempat longsor, diduga akibat penambangan pasir.

Politisi asal Kecamatan Rengel tersebut berharap saat musim penghujan tiba, tanggul tidak mengalami longsor yang akan mengakibatkan tanggul jebol dan berdampak banjir.

Wakil Bupati meminta agar masyarakat tidak menambang pasir, selain itu pihaknya meminta agar tidak ada yang menyedot air secara berlebihan radius 600 meter dari titik longsor. Pihaknya juga mengajak kepala desa untuk melakukan sosialisasi maupun upaya persuasi agar warga desa bisa memahami kondisi penanganan tanggul.

“Jika memang kewalahan, Kades bisa berkoodinasi dengan kecamatan maupun kabupaten untuk diambil tindakan yang diperlukan,” jelas Noor Nahar Husain. Jumat (29/11)

Langkah ini diambil untuk meminimalisir kembali amblasnya tanggul diwilayah tersebut, Wakil Bupati juga mengatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro jika memang diperlukan.

“Mengingat pada bulan Desember Kabupaten Tuban akan memasuki musim hujan, dan puncaknya di bulan Februari, kita harus bisa meminimalisir dampak bencana,” tambahnya.

Mantan Ketua PCNU ini juga meminta adanya kajian tentang kondisi tanah di wilayah sekitar Bengawan Solo terutama di Desa Kedungrejo dan Sembungrejo. Sehingga diketahui struktur tanah sebagai dasar diambilnya tindakan selanjutnya.

Pihaknya juga mengatakan menerangkan otoriras penanganan tanggul berada BBWS Bengawan Solo.

“Meski demikian, Pemkab Tuban akan terus mendorong upaya percepatan perbaikan tanggul secara permanen. Sebagai langkah penanganan kedaruratan, tanggul dikuatkan dengan pedel untuk selanjutnya akan dipasang bronjong,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dayat, menerangkan tanggul yang longsor sebelumnya telah ditangani dengan cara pengurukan pedel. Namun karena ada faktor lain, menyebabkan tanggul kembali ambles meski tidak signifikan.

“Minggu ini kita akan menunggu kondisi tanah stabil dahulu untuk kemudian dipasang bronjong,” jelasnya.

Sembari menunggu tanah stabil, pihak BBWS dan BPBD Kabupaten Tuban bersama masyarakat telah melakukan penguatan tanggul sisi luar dengan tumpukan tanah dalam karung sak.

Selain itu, meminta agar pengurus HIPPA di sepanjang Bengawan Solo dapat mengajukan ijin pengambilan air di BBWS. Tujuannya, agar alokasi air dapat dikelola, sehingga tidak terjadi kekeringan maupun penyedotan berlebihan.

“Saya sampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Tuban serta peran aktif warga masyarakat yang bergotong-royong memperbaiki tanggul,” pungkasnya (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry