KARYA UIN : Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abd Haris MAg (kiri) bersama Wakil Rektor dan pencipta bilik KAVi, Dr Sri Harini. (duta.co/Hms UIN Maliki).

MALANG | duta.co – Bentuk kepedulian kampus implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang terpanggil membantu masyarakat. Kali ini bentuknya dengan ikut  bersama-sama mencegah dampak massif berkembangnya virus corona.

Hal ini disampaikan Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. Bahwa kampus Islam ini telah berhasil menciptakan kotak anti virus yang dibuat oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki,  Dr Sri Harini bersama Dr Imam Tazi selaku tim pembuat alat kotak anti virus (KAVi) tersebut.

“Kami sebagai lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat Fakultas Kedokteran dan Fakultas Sains dan Teknologi merasa tertantang utk ikut andil dalam menangani persoalan covid ini. Alhamdulillah UIN Maliki  telah berhasil membuat alat yang kami namai KAVi yaitu kotak anti virus,” ungkap Prof Haris.

Masih menurut Rektor UIN Maliki Malang ini,  alat ini bisa membunuh virus Corona. Maka pihak kampus menerapkan kebijakan, siapapun yang masuk perguruan tinggi Islam ini wajib masuk bilik KAVi.

“Siapa pun itu, baik itu Rektor, Dosen, karyawan dan mahasiswa maupun masyarakat umum. Ketika mau masuk kampus UIN Malang, supaya tidak membawa virus Corona, harus masuk bilik tersebut,” jelas Abdul Haris dalam rilisnya.

Rektor ini mengklaim cukup dengan waktu 20 detik masuk kotak KAVi dan dengan memutar badan secara merata maka virus Corona diyakini akan musnah. Kotak ini akan di pasang di tiap pintu masuk dan pintu keluar kampus.

“Tak berhenti disitu, UIN Malaiki Malang juga memaksimalkan ikhtiar sterilisasi kampus dengan penyemprotan disentifikan di berbagai sudut dan ruang kampus. Perguruan tinggi ini juga memproduksi massal hand sanitizer, serta membuat obat dan coklat antioksidan berbahan kelor, dan kabut sterilisasi penyemprot mobil.”

Berbagai inovasi guna menghalau wabah virus ini oleh UIN Maliki Malang juga diperuntukkan untuk warga kampus khususnya, dan masyarakat sekitar. Perguruan tinggi ini mendedikasikan hasil kreatifitasnya tersebut untuk kampung sekitar kampus, masjid-masjid, dan pesantren.

“Ini sebagai ikhtiar dan bentuk kontribusi nyata kampus memenuhi kebutuhan masyarakat. Saatnya kampus membuktikan diri sebagai Service University yang memberikan layanan,” jelasnya.

Bahkan Universitas Islam Negeri Malang ini membuka layanan online untuk konsultasi Psikologi, hukum, agama dan juga hotline layanan pencegahan COVID 19. Produksi peralatan pencegahan tersebut dilakukan secara bertahap. Tahap pertama produksi hand sanitizer, yang telah dibagikan ke warga kampus dan masyarakat. Tahap kedua produksi bilik kabut (KAVi) yang sampai saat ini masih berlangsung.

“Bilik KAVi ini sangat hemat dan merata, karena bentuknya bukan sprai tetapi uap atau kabut yang partikel-partikelnya sangat kecil. Saat ini masih dikembangkan bilik yang lebih simple yang bahannya lebih ringan dan mudah dipindah.”

 Tahap ketiga kabut disentifektan mobil yang dapat ditaruh di pintu gerbang kantor, masjid, kampung, maupun pesantren. Alat ini sangat mudah dibuat, murah dan sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Bahan yang diperlukan untuk membuat alat ini antara lain ; Humidifizer yang dimodifikasi merubah air menjadi kabut, bilik pembasmi virus, kemudian selang penghubung humidifizer ke dalam bilik. Juga Hand Sanitizer 1 lt dengan kadar Alkohol hingga 70%.

Penggunaannya juga sangat mudah, yakni isi Humidifizer Hand Sanitizer 70% sebanyak 1 lt, kemudian nyalakan Humudifizer dan masukan selang penghubung ke dalam bilik. Setelah kabut masuk dan penuh maka bilik bisa difungsikan.  Dalam 1 Lt Hand Sanitizer dapat digunakan selama pemakaian 5 sampai 7 jam. ulm/dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry