SWASEMBADA : Akhmad Kholisun, Kasub Divre Bulog 05 Kediri mencanangkan program swasembada beras. (duta.co/nanang)

KEDIRI | duta.co – Sempat dikabarkan harga gabah anjlok atas dampak program penyerapan yang diberlakukan pihak Bulog Kediri, akhirnya dibentuk Tim Satgas yang melibatkan unsur Kodim 0809 Kediri.

Kasub Divre Bulog Kediri, Akhmad Kholisun, Rabu (7/3) menjelaskan justru sebaliknya bahwa pihaknya melakukan penyerap tanpa batas untuk menekan harga jual tidak jatuh. Mengacu Inpres No 5 Tahun 2015, dijelaskan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp 3.700 per kg.

Sedangkan untuk Gabah Kering Giling (GKG) ditetapkan sebesar Rp 4.600. Ketentuan HPP sebesar itu berlaku untuk harga di tingkat penggilingan, bukan di tingkat petani.

Sementara sejumlah petani mengaku bahwa idealnya HPP untuk GKP ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kg. Dengan demikian, petani masih bisa mendapatkan sedikit keuntungan dari hasil panennya.

Yang terjadi, kini justru sejumlah tengkulak atau pedagang beras berani membeli GKP dengan kisaran harga Rp 5.500 hingga 6.000 per/kg. Kemudian untuk GKG mencapai Rp 7.500 hingga 8.000 per/kg.

“Yang jelas kalau tahun kemarin memang harga jauh di atas HPP, kalau saat ini sudah di bawah. Jika harga di atas, Bulog tidak akan melakukan pembelian, dengan harapan supaya petani bisa menikmati harga segitu,” jelas Akhmad Kholisun. Demi menstabilkan HPP, Bulog menggandeng TNI dalam hal ini Kodim 0809 yang memiliki wilayah teritorial.

Hal ini dibenarkan Danramil Pagu, Kapten (Inf) Tafsir, bahwa dirinya menindaklanjuti perintah pimpinan, melakukan kerjasama dengan kelompok tani di wilayah kerjanya.

“Merupakan kewajiban TNI, untuk mendukung program pemerintah pusat dalam hal swasembada beras. Kami memang tidak ditarget, namun bila ada petani yang panen, kemudian kami kawal untuk dijual kepada pihak Bulog,” jelasnya.

Terkait pasokan beras saat ini di gudang Bulog, Akhmad Kholisun menjelaskan bahwa setiap hari, dirinya membeli gabah kering dari petani tidak kurang dari 400 ton dalam sehari. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.