SURABAYA | duta.co – Pas! Menyambut Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), jelang Pemilu 2024 para kiai di Surabaya menggelar Halaqah Fikih Peradaban, Fikih Siyasah (Politik) antara Perang dan Damai, di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya , Ahad (20/11/22).

“Tema ini sangat penting! Di samping jelang Pemilu atau Pilpres 2024,  juga untuk menyambut 100 tahun Harlah NU. Organisasi Islam terbesar ini, harus menjadi pelopor perdamaian, pelopor peradaban. NU harus turun tangan mengendalikan ‘suhu’ politik agar bangsa ini tidak terpecah-belah,” demikian Dr M Mukhrojin kepada duta.co, Jumat (18/11/22).

Dr Mohammad Mukhrojin.

Menurut Ketua MUI Sukolilo itu, peran penting NU bukan hanya dalam kancah (politik) domestik, tetapi juga politik global. Karena itu, NU tidak boleh terjebak pada politik praktis, dukung mendukung Parpol. “PBNU juga akan mengundang ratusan ulama dari seluruh dunia untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban sebagai rangkaian perayaan Satu Abad NU pada 2023. Ini luar biasa,” tegas Gus Khozin, panggilan akrabnya.

Masih menurut Gus Khozin, dalam Halaqah Fikih Peradaban ini, panitia mengundang PBNU. Jika tidak ada aral melintang, hadir KH Afifuddin Muhajir (Wakil Rais Aam PBNU) penulis buku Fiqh Tata Negara, Dr KH Ahmad Fahrur Rozi (Ketua Tanfidziyah PBNU), Dr HM Ghufron Lc, MHI Pengasuh MUI Jatim.

“InsyaAllah Bu Gubernur Khofifah juga hadir,” tegas lelaki yang baru saja menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung ini.

Gagasan Besar NU

Seperti kabar yang kita baca, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, memang tengah sibuk menyiapkan Muktamar Fikih Peradaban yang akan berlangsung 5-6 Februari 2023 atau berakhir tepat sehari sebelum puncak perayaan Satu Abad NU yang digelar 16 Rajab 1444 Hijriyah atau 7 Februari 2023 mendatang.

Gus Yahya menyatakan sedikitnya 300 ulama dari seluruh dunia bakal ia undang untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban. Selain menghadiri muktamar tersebut, para ulama peserta juga bakal diajak PBNU untuk turut menghadiri resepsi akbar peringatan Satu Abad NU yang akan diselenggarakan di Komplek Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Sebagai rangkaian panjang menuju Muktamar Fikih Peradaban, PBNU juga melakukan halaqah atau diskusi keagamaan Islam melibatkan para kiai dan nyai. Muktamar juga menghadirkan pengurus maupun intelektual NU di 250 daerah sepanjang Agustus 2022 hingga Januari 2023.

Lebih dari 12.500 kiai dan ibu nyai akan terlibat dalam Seri Halaqah Fikih Peradaban, yang bertujuan memulai kembali diskusi dan perbincangan mengenai Fikih Siyasah, sebagai warisan intelektual yang tertuang dalam kitab-kitab klasik.

“Ini gagasan besar yang harus kita dukung bersama. Dengan begitu, NU akan lebih bermanfaat. Tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga perdamaian dunia,” pungkas Dr M Mukhrojin, Pengasuh Pondok Pesantren Bismar Al Mustaqim dan Dosen Agama Islam di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.  (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry