
SURABAYA | duta.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Annas Solihin salah satu wisudawan terbaik dalam prosesi kelulusan program magister di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Prodi Pendidikan Dasar beberapa waktu lalu. Keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan, melainkan melalui strategi belajar yang disiplin, konsisten, dan produktif sejak jenjang S1 hingga S2.
Dalam keterangannya, Annas Solihin sang wisudawan terbaik tersebut menegaskan bahwa tidak ada rahasia khusus di balik pencapaiannya. Ia justru menyebut strateginya sederhana, namun dijalankan dengan penuh komitmen.
Annas Solihin mengungkapkan bahwa “Strategi saya sebenarnya sederhana dan tidak ada rahasia khusus. Yang pertama adalah kerjakan tugas langsung begitu dapat. Jangan ditunda. Kalau ditunda pikiran kita jadi terbebani. Dengan mengerjakan langsung saya bisa menikmati proses tanpa dikejar deadline”.
Selain disiplin mengerjakan tugas, ia juga menerapkan manajemen waktu yang ketat dalam kesehariannya. Setiap aktivitas telah terjadwal secara rinci, mulai dari perkuliahan hingga waktu istirahat.
“Kedua adalah manajemen waktu yang ketat. Saya buat jadwal harian yang jelas. Jam berapa untuk kuliah, jam berapa untuk menulis artikel, jam berapa untuk mengerjakan tugas. Bahkan waktu istirahat pun saya jadwalkan supaya tubuh tidak kelelahan,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada teori, Annas Solihin juga menerapkan prinsip belajar sambil berkarya. Setiap materi yang dipelajari langsung dipraktikkan dalam bentuk karya nyata. Hasilnya, selama menempuh pendidikan dari S1 hingga S2, ia berhasil mengantongi 142 sertifikat HKI (Hak Cipta) atas berbagai produk pembelajaran yang diciptakannya.
“Ketiga belajar sambil berkarya. Saya tidak hanya membaca dan menghafal teori tapi langsung mempraktikkannya. Misalnya belajar tentang media pembelajaran saya langsung bikin medianya dan daftarkan HKI. Selama dari S1 hingga S2 kemarin saya berhasil memiliki 142 sertifikat HKI atas produk pembelajaran yang saya hasilkan. Ketika belajar tentang penelitian langsung saya tulis jadi artikel dan saya submit untuk publikasi. Dengan begitu ilmunya lebih melekat dan ada hasilnya,” tuturnya.
Menariknya, produktivitas tersebut tidak berhenti meski di tengah waktu luang atau liburan. Ia mengaku tetap memanfaatkan setiap kesempatan untuk membaca dan menulis, bahkan di sela-sela hobinya seperti hiking, tektok, dan trail run.
“Yang terakhir adalah memanfaatkan waktu luang. Sekalipun saya liburan, apalagi hobi saya hiking, tektok, trail run, dalam perjalanan saya baca jurnal, di tenda, di bus, di basecamp gunung. Sambil makan kadang saya tulis ide kecil di notes HP. Jadi tidak ada waktu yang benar-benar terbuang. Bukan ambisi, hanya ini cara saya menghibur diri,” pungkasnya.
Capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa keberhasilan akademik bukan semata soal kecerdasan, melainkan konsistensi, manajemen waktu, dan kemauan untuk terus berkarya. Prinsip sederhana yang dijalankan dengan disiplin terbukti mampu mengantarkan pada prestasi gemilang. Imm






































