PENGHARGAAN : Pada Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke - 55, yang diselenggarakan di Hall Graha Mojokerto Service Center (GMSC) Ning Ita menyerahkan sejumlah penghargaan dari Kementerian Kesehatan. (duta.co/yusuf)

MOJOKERTO | duta.co –  Sangat fantastik angka kemiskinan Kota Mojokerto, yakni sebesar 58,17 persen. Dengan angka kemiskinan sebesar itu maka angka kemiskinan di Kota Mojokerto melebihi rata-rata angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur. Bahkan Kota Mojokerto menempati urutan nomer wahid sebagai daerah termiskin se Provinsi Jawa Timur.

Angka kemiskinan Kota Mojokerto didapat dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspita Sari yang mengungkapkan, Penerima Bantuan Iuran Daerah  (PBID) BPJS kategorinya adalah awarga yang tidak mampu. “Penerima PBID itu kategorinya warga tidak mampu. Jangan salah lho ya,” tandasnya.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspita Sari menjelaskan, penerima JKN – KIS dari APBN kategorinya adalah warga tidak mampu. Tidak semua warga tidak mampu tercover oleh JKN KIS.

“Maka daerah membuat sebuah kebijakan, mengalokasikan sebagian APBD-nya untuk mengcover warga miskin melalui PBID. Begitu ceritanya. Kalau kategori warga mampu ya tidak dibayari oleh PBID, salah itu. Verifikasinya dari Kemenkes ” jelasnya.

Dalam artian seluruh warga kota mencapai 98,37%, berdasarkan data terakhir bulan Oktober 2019,  itu artinya sebanyak 98,37% dari warga kota telah menjadi peserta BPJS. “Itu artinya, bukan semuanya dibayar PBID,” tandasnya.

Artinya, lanjutnya, dari 98,37% ada yang dibayar oleh perusahaan bagi mereka yang bekerja di perusahaan, ada yang dibayar oleh pemerintah karena pejabat daerah, ada warga tidak mampu yang dicover melalui JKN KIS, ada yang dibayar melalui PBID, dan ada juga yang mandiri dibayar dirinya sendiri. “Jadi 98,37% dari berbagai macam itu, bukan semuanya PBID,” imbuhnya.

Dari pernyataan wali kota tersebut kalau dijumlahkan,  peserta JKN KIS di Kota Mojokerto berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto sebanyak 26.063 orang dan penerima PBID BPJS sebanyak 55.000 orang, maka ditemukan angka 81.063 orang.

Sedangkan jumlah penduduk Kota Mojokerto berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Capil Kota Mojokerto per 1 Desember 2019 sebanyak 139242 jiwa. Terdiri dari laki-laki sebanyak 69.025 jiwa dan perempuan sebanyak 70.217 jiwa. Dengan demikian angka kemiskinan Kota Mojokerto sebesar 58,17 persen.

Dengan angka kemiskinan sebesar itu maka angka kemiskinan Kota Mojokerto melampaui rata-rata angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur pada bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4.112,25 ribu jiwa (10,37 persen).

Bukan hanya itu, dengan persentase kemiskinan sebesar itu maka Kota Mojokerto menempati peringkat pertama sebagai daerah termiskin se Jawa Timur. Menggeser dua Kabupaten di Pulau Madura, yaitu Sampang dan Bangkalan yang pada tahun lalu memimpin Pemerintah Daerah Tingkat II di Jawa Timur dengan persentase kemiskinan tertinggi, yakni masing-masing 23,56% dan 21,32%. (ywd)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry