MALANG | duta.co – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi. Ia menyampaikan arah Kebijakan Perlindungan Konsumen kedepan kepada FKIJK dan mendorong Pelaku Industri Jasa Keuangan untuk menjaga keseimbangan antara tumbuh kembangnya Sektor Jasa Keuangan dengan perlindungan konsumen dan masyarakat, pemberdayaan konsumen dan masyarakat serta menjaga kepercayaan konsumen dan masyarakat.

Edukasi Desa Investasi Saham yang dihadiri oleh Bupati Malang Bapak Drs. H. M. Sanusi, M.M., anggota TPAKD, dengan peserta dari 378 Desa, 33 Kecamatan dan 12 Kelurahan di Kabupaten Malang merupakan tindak lanjut program TPAKD Kabupaten Malang tahun 2021 dan tahun 2022 sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara OJK, Pemerintah Kabupaten Malang, Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Edukasi Desa Investasi Saham sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat desa, agar dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses keuangan (inklusi) pada lembaga jasa keuangan formal seperti Pasar Modal. Mereka yang memiliki akses keuangan cenderung membuat keputusan keuangan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Pada akhirnya, peningkatan jumlah masyarakat desa yang memiliki akses keuangan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pengentasan kemiskinan dan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, partisipatif dan inklusif. Tingkat literasi keuangan yang baik juga dapat menumbuhkan kesadaran mengenai kewaspadaan terhadap penawaran pinjaman online dan investasi ilegal yang marak terjadi di masyarakat.

Dalam sambutannya Friderica menyampaikan bahwa akses keuangan merupakan salah satu kunci mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah. Karena perluasan akses keuangan perlu dilakukan tidak hanya pada tingkat nasional, namun hingga tingkat daerah sesuai dengan Nawacita Presiden RI untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan

Friderica juga menyampaikan kemandirian secara finansial dapat dicapai melalui pengelolaan keuangan yang baik. “Di dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini, masa depan kita belum tentu terjamin mencapai kemandirian secara finansial. Maka dari itu, kita memerlukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya melalui investasi.

Berinvestasi tentunya memiliki beragam manfaat, selain mendapatkan pendapatan pasif (passive income), investasi juga dapat membantu kita melindungi harta kekayaan kita dari ancaman inflasi dan berkesempatan memberikan imbal hasil yang lebih baik di masa mendatang. “

Literasi dan inklusi keuangan yang berimbang juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Diharapkan dengan semakin tinggi tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan risikonya.

Pelaksanaan kegiatan Edukasi Desa Investasi Saham di Kabupaten Malang diharapkan dapat memberikan multiplier effect kepada lingkungan sekitar. Mengingat peran penting anggota masyarakat di lingkungannya, kegiatan edukasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan para masyarakat desa sehingga dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan agar masyarakat tidak terjerumus pada utang yang konsumtif atau penipuan yang berkedok investasi.

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry