SURABAYA | duta.co – Memiliki kesibukan tinggi, membuat Asrhi Yuanita Haqie memanfaatkan aplikasi online untuk mempermudah mobilitasnya. Seperti yang dilakukan baru-baru ini saat melancong ke Pulau Dewata Bali.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menghadiri Kongres PDI Perjuangan di Sanur Beach Bali pada Kamis (8/8/2019). Sebelum berangkat, dua hari sebelum acara, politisi muda ini menggunakan jasa Traveloka untuk memesan Villa sebagai tempat menginap.

“Saya pesan Villa De Gun Reverside Villa dua hari sebelum kongres,” ujarnya di gedung dewan, Rabu (14/8/2019).

Sayang, Asrhi mengaku mendapatkan pelayanan yang kurang mengenakkan. Setelah mau masuk Villa sekitar pukul 13.00 WIT, namanya tidak masuk dalam list penyewa villa.

“Kata pemilik Villa, nama saya ngak ada, dan Villa De Gun juga sudah tidak kerjasama dengan Travelloka,” aku politisi cantik ini.

Padahal, saat pesan di Traveloka sudah mendapatkan kode booking dengam cek in tanggal 8 Agustus. Sayangnya, pihak traveloka tidak memberikan konfirmasi jika tidak kerjasama dengan Villa De Gun.

Setelah tidak dapat di De Gun, oleh Travelola  diarahkan ke villa terdekat di Villa Hitam Putih. Kekecewaan kembali terjadi, di tempat itu juga penuh, ditambah lagi tempat masuknya sangat sempit, hanya cukup satu mobil.

“Jelas kami merasa kecewa dengan apa yang kami dapatkan,” jelasnya.

Karena tidak mau muter-muter lagi akhirnya Asrhi minta diganti hotel. Meski sebenarnya dapat tiga kamar, Asrhi bersedia difasilitasi dengan dua kamar dengan nambah ekstra bad.

“Saya minta hotel dengan maksud langsung bisa masuk tanpa harus nunggu lagi, eh ternyata juga sama, pihak traveloka juga ngak kerjasama dengan hotel yang kami tuju,” ungkpanya.

Akhirnya Asrhi meminta uangnya kembali tanpa ada bunga untuk mencari tempat nginap sendiri. Dari pihak traveloka mengaku tidak bisa langsung, harus nunggu dua sampai lima hari kerja.

“Aku minta uang kembali tanpa ada bunga, pihak traveloka ngak bisa, harus nunggu dua sampai lima hari kerja, katanya ada bunga 15-20 persen,” kata Asrhi.

Asrhi mengaku bisa masuk hotel sekitar pukul 18.00 WIT dengan pesan sendiri. “Saya  dan keluarga serta anak-anak keleleran, paling ngak kalau satu kali ngak bisa, yang kedua pastikan dulu bisa apa ngak, ini sampai empat kali saya pindah-pindah tempat,” tukas anggota dewan yang terpilih lagi sebagai anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 ini.

Menurutnya, konsumen mendapat hak perlidnungan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Bahkan dendanya bisa mencapai Rp 500juta. azi

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry