Anggota Buser Polres Pasuruan Kota berinisial AD yang sedang dirawat di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan, Senin (13/11) malam. (foto/duta/abdul aziz)
PASURUAN | duta.co – Salah satu anggota Buser Sat Reskrim Kepolisian Resor Pasuruan Kota berinisial AD mengalami luka pada bagian tangannya akibat sebuah benda petasan mirip bondet (bom ikan)  meledak saat benda tersebut dibawanya, Senin (13/11) malam. Peristiwa terjadi saat korban bertugas melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap peredaran petasan di wilayah Kecamatan Kraton.
Karuan saja ledakan bondet yang berada di sebuah kedai mie yang berada di jalan Diponegoro, Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan ini, menggemparkan warga sekitar.
“Anggota buser terkena ledakan petasan. Dia mengalami kecelakaan saat sedang bertugas, Informasinya, jari manisnya putus, ”papar Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endi Purwanto pada wartawan, Selasa (14/11) siang.
Menurut Endi, benda mirip bondet yang meledak itu merupakan petasan banting. Ada dua jenis petasan yang dibawa empat anggota Buser yakni berupa petasan bersumbu dan petasan tidak bersumbu (petasan bantingan). “Kalau salah meletakkan, kemungkinan petasan itu akan meledak. Sehingga harus hati-hati saat membawanya, karena benda itu mudah meledak, “beber dia.
Kejadian berawal saat anggota Buser terdiri dari 4 orang melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembuatan petasan di Desa Rejosari, Kecamatan Kraton, dengan cara membeli petasan.
Barang yang dibeli itu berjenis renteng yang dirangkai sepanjang 5 meter. Serah terima antara petugas dan informan dilakukan di jalan persawahan yang berada di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Sekitar pukul 18.00 WIB setelah mendapat barang bukti, petugas mampir ke warung mie yang selama ini menjadi langganannya tersebut. “Saat akan diletakkan, petasan tersebut jatuh dan kemudian meledak. Korban langsung dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono. Setelah mendapat perawatan awal, kemudian dirujuk ke rumah sakit Persada Malang. Kami masih belum tahu apa penyebab pastinya, “terangnya.
Namun dari peristiwa tersebut, pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus penyelidikan terhadap pembuatan petasan yang hampir merenggut nyawa anggota Buser tersebut. Bahkan polisi sudah mengantongi nama para pelaku yang tak lain adalah pembuat petasan selama ini disanggong. Bahkan petasan itu ditengarai menimbulkan daya ledak tinggi dan membahayakan. (dul)
BAGIKAN

Tinggalkan Balasan