SUPLAI AIR : Puluhan truk siap memasok air ke sejumlah desa yang mengalami terdampak kekeringan. Tercatat 10 Kecmatan terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang. (duta.co/sampang)

SAMPANG | duta.co – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sampang, tidak hanya menghabiskan air di setiap Sumber mata air, namun juga berdampak pada sejumlah sungai di Wilayah Kabupaten Sampang.

Di jelaskan Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD)  Sampang,  Anang Djoenaidi saat di temui diruang kerjanya, menjelaskan saat ini Sampang tercatat darurat kekeringan terlama selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Menurutnya, musim kemarau di Sampang untuk tahun ini bisa mencapai tujuh (7) bulan lebih. Hal tersebut sesuai data Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.

Tanda- tanda musim kemarau panjang dan berstatus waspada diakui Anang Djoenaidi, dengan melihat catatan BPBD Sampang, bahwasanya sebanyak 72 Sungai Besar dan anak sungai yang ada di Sampang, lebih 50 Sungai dan anak sungai mengalami Kekeringan.

“Musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering, dan terasa panas terik dari pada tahun sebelumnya, buktinya masih sekitar 3bulan ini kemarau, puluhan sungai di Sampang sudah terlihat kering” tutur Anang.

Anang mengatakan, salah satu faktor penyebab kekeringan itu adalah akibat fenomena El Nino. El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Dampak dari El Nino yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.

“Fenomena El Nino bersamaan dengan musim kemarau sehingga dampak yang dirasakan adalah kemaraunya menjadi lebih kering dibanding tahun 2018,” jelasnya.

Untuk itu, BPBD Sampang menilai, saat ini selayaknya melayangkan status Waspada kritis kekeringan. Sehingga diharapkan Masyarakat Sampang, khususnya di 67desa dari 10Kecamatan di 14Kecamatan Di Sampang bisa memanfaatkan Air sebaik mungkin, serta dapat menjaga kesehatan akibat dampak musim kemarau yang panjang ini.

Utamanya di 5Kecamatan terparah jauh dari Sumber air bersih, seperti kecamatan Kedundung, Kecamatan Robatal, Kecamatan Sreseh, Kecamatan Tambelangan dan Kecamatan Karang Penang. Sebagai 5 Kecamatan paling banyak desanya mengalami krisis air bersih.

Sementara bantuan air bersih dari Pemkab Sampang, Melalui BPBD di akui Anang terbatas anggaran. Dimana tahun ini anggaran bantuan air bersih, hanya sekitar Rp 130 juta saja. Sehingga apabila dibagi 67 desa dari 10 Kecamatan terdampak kekeringan, di perkirakan tidak mencukupi dalam jangka waktu panjang.

Untuk itu, BPBD berharap ada bantuan dari pihak PDAM Sampang hingga pihak swasta, guna meringankan kebutuhan air warga yang mengalami krisis air bersih tersebut. (tur)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry