Fauziyatun Nisa, SST., M.Kes – Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK)

Menstruasi merupakan perdarahan secara periodik akibat lepasnya lapisan endometrium, sedangkan lama menstruasi adalah jumlah hari yang diperlukan dari mulai mengeluarkan darah menstruasi sampai perdarahan berhenti dalam satu siklus.

Lama menstruasi normalnya 2-8 hari. Faktor penyebab lama menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja adalah ketidakseimbangan hormon yang sangat berfungsi pada sistem reproduksi perempuan.

Dan apabila terjadi peningkatan salah satu saja yang menunjukan ketidakseimbangan sintesis hormon dalam tubuh maka akan mempengauhi fungsi kerja hormon yang lain sehingga akan mempengaruhi terjadinya gangguan menstruasi.

Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sheinfeld (2007) gangguan perdarahan disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, khususnya antara esterogen dan progesteron, infeksi panggul, rahim fibroid, infeksi dan rahim malignancies, ketidakseimbangan prostaglandin, cedera, dilatators, alat kontrasepsi (IUD), masalah homeostasis, endometriosis, hipotiroidisme dan defisiensi zat besi. Hormon estrogen sendiri berfungsi mengatur siklus haid, sedangkan progesteron berpengaruh pada uterus, yaitu dapat mengurangi kontraksi selama siklus haid.

Terjadinya ketidakseimbangan hormon ini dipengaruhi oleh status gizi karena kebutuhan energi sangat diperlukan pada masa ini untuk aktivitas sehari-hari dan untuk proses metabolisme tubuh sehingga mempengaruhi keseimbangan hormon (Widyakarya Nasional Pangan Gizi VI, 2007)

Menurut Krummel dalam path (2006) lama menstruasi di pengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi yang bervariasi dalam hal lemak,serat dan nutrien lainnya.

Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menstruasi meningkat rata-rata 1,3 hari lamanya waktu menstruasi meningkat rata-rata 0,5 hari dan fase folikuler meningkat rata-rata 0,9 hari.

Menurut Yunizaf (2010) usia pertama kali menstruasi, siklus menstruasi serta lama hari menstruasi berpengaruh terhadap banyaknya darah yang keluar. Semakin dini seseorang mengalami menarche maka semakin banyak darah yang keluar.

Menurut teori Yunizaf (2010) usia pertama kali menstruasi berpengaruh terhadap banyaknya darah yang hilang selama menstruasi dan apabila tidak diimbangi dengan nutrisi yang baik maka akan mengakibatkan defisiensi zat besi dikarenakan penurunan kadar Hb.

Haemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Batas kadar Hb normal remaja yaitu ≥ 12 gr/dl. menurut Guyton (2006) terjadinya defisiensi zat besi pada remaja dikarenakan penurunan kadar Hb mengakibatkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen sehingga fungsi jaringan atau organ tidak optimal termasuk otak.

Semakin pendek siklus menstruasi maka semakin banyak darah yang keluar sehingga akan mempengaruhi kadar Hb responden. Menurut Yunizaf (2010) adanya gangguan pada siklus menstruasi seperti polimenore maupun oligomenore mengakibatkan seseorang mengalami perdarahan jumlahnya berlebihan dan sering. Siklus menstruasi normal menurut teori dari Sarwono (2009),  yaitu berlangsung antara 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-7 hari. Tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur setiap bulannya.

Selain itu salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kadar Hb pada remaja menurut Wijanarka (2007) yaitu riwayat penyakit kronis. Seseorang yang mengalami penyakit kronis akan mengalami defisiensi zat besi dikarenakan gangguan asupan nutrisi sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya anemia.

Menurut arisman (2008) kehilangan besi dapat pula diakibatkan oleh infestasi parasit seperti cacing tambang, schistosoma, dan Trichusris Trichiura.

Penyakit infeksi akan menyebabkan gangguan gizi melalui beberapa cara yaitu menghilangkan bahan makanan melalui muntah-muntah dan diare serta dapat menurunkan nafsu makan.

Menurut teori Al matsier (2009) penyakit kronis yang  menyebabkan kehilangan besi seperti TBC, ISPA, Diare, malaria dan cacingan.

Diet yang baik untuk usia remaja yaitu yang banyak mengandung vitamin, kalsium dan zat besi dan menhindari makanan ringan seperti biskuit dan permen. Menurut survei yang dilakukan Hurlock (2006) menunjukan remaja suka sekali jajan makanan ringan sehingga dalam diet mereka rendah akan zat besi, kalsium vitamin A, dan C. Hasil survei juga menunjukan bahwa remaja suka minum-minuman ringan, teh dan kopi yang frekuensinya lebih sering dibandingkan dengan konsumsi susu.

Menurut Fraser et al (1985) dalam Abidin (2010) volume darah yang keluar adalah paling banyak pada hari ke-2 menstruasi. Dan ditemukan jumlah darah pada hari ke-1 dan pada hari ke-3 adalah relatif sama. Namun begitu, jumlah darah yang keluar adalah semakin sedikit mulai hari ke-4 dan seterusnya sampai menstruasi berhenti.

Pengaliran darah menstruasi biasanya berlaku dari tiga hingga lima hari, tetapi alirannya bisa berlaku dalam satu hari saja malah bisa juga sehingga delapan hari (Ganong, 2005). Menurut Sherwood (2007) menstruasi ini akan berakhir setelah lima hingga tujuh hari selepas degenerasi korpus luteum yang bersamaan dengan saat bermulanya fase folikuler.

Teori dari MacKay (2010) menyatakan bahwa jika lama menstruasi lebih dari normal dengan perdarahan yang berat dan tidak teratur adalah patologis dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat menimbulkan anemia.

Menstruasi mengakibatkan remaja membutuhkan lebih banyak zat besi, karena zat besi yang keluar dari tubuh saat menstruasi sangat banyak. Oleh karena itu kebutuhan zat besi yang tinggi tidak dapat dipenuhi maka kemungkinan terjadi anemia defisiensi besi cukup tinggi. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.