Andik Vermansyah (ist)
Andik Vermansyah (ist)

SURABAYA-Andik Vermansah mengaku siap pulang ke Persebaya meski masih memiliki setahun kontrak bersama klub Malaysia Super League (MSL), Selangor FA. Andik membuka pintu untuk memperkuat Bajul Ijo di kompetisi Divisi Utama tahun 2017. “Iya dong. Saya maunya Persebaya yang asli ini,” ucapnya saat dhubungi Senin (9/1) pagi.

Arek Bogen, Surabaya, ini memang  memang produk asli Persebaya. Fans Cristiano Ronaldo ini pertama memperkuat Pesebaya pada 2008, selepas membawa Jawa Timur (Jatim) meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kontrak Andik dengan Selangor FA akan berakhir November 2017. Meski masih memiliki ikatan kontrak hingga 10 bulan ke depan, Andik masih memungkinkan pindah ke Persebaya. “Itu bisa dibincangkan. Semua kalau berbincang baik, semua pasti bisa,” tutur jebolan klub amatir Suryanaga ini.

Punggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini  menambahkan, meskipun Persebaya hanya bermain di kasta kedua, yakni Divisi Utama, ia tetap siap gabung Bajul Ijo. “Siap. Siap buat Persebaya,” ujar bungsu dari empat bersaudara ini.

Persebaya Surabaya sudah resmi kembali ke kompetisi resmi setelah statusnya dikembalikan usai Kongres PSSI, Minggu 8 Januari 2017. Namun, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih harus bermain di Divisi Utama pada kompetisi musim ini.

Target tinggi dipatok oleh Persebaya yaitu lolos ke Liga Super Indonesia (ISL) pada musim 2018 mendatang. Sebuah niat ambisius stelah 5 tahun terakhir tidak ikut berkompetisi. Untuk itu, Persebaya langsung bergerak cepat untuk merekrut pemain berlabel bintang demi kembali ke kompetisi utama. Salah satu nama yang diincar adalah pemain Selangor FA, Andik Vermansyah.

Andik mengaku sangat senang dengan pencabutan hukuman yang selama ini diterima Persebaya. Dia berharap Bajul Ijo bisa secepatnya kembali ke kompetisi utama. “Alhamdulillah hukuman Persebaya sudah dicabut. Semoga Persebaya bisa cepat kembali melambung dan berprestasi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia Cholid Goromah menyatakan sudah menghubungi Andik Vermansah untuk bisa kembali berseragam tim berjulukan Bajul Ijo. “Kami sudah menghubungi Andik. Kami juga ingin dia bisa bermain lagi untuk Persebaya. Kami panggil Andik. Namun, kontraknya bersama Selangor masih sampai April 2017 dan kondisinya pun masih cedera,” ujar Cholid Goromah usai Kongres Tahunan PSSI, Minggu (8/1).

Cholid mengaku bahwa timnya sudah dipersiapkan untuk bisa tampil di kompetisi mendatang. Untuk pelatih, Dirut Persebaya itu mengaku hanya akan menggunakan jasa pelatih lokal untuk membimbing Persebaya.

“Pelatih kami lokal. Semoga dengan kehadiran Persebaya kompetisi semakin bergairah. Anda semua pasti senang kalau Persebaya bermain lagi bukan?” ujar Cholid sambil tertawa senang.

Setelah forum Kongres Tahunan PSSI memutuskan bisa kembali berlaga di Divisi Utama, Persebaya Surabaya segera menyusun sejumlah langkah strategis. Rencananya, sebelum menentukan apa saja langkah yang akan mereka ambil, beberapa petinggi PT Persebaya Indonesia dan investor bakal menggelar rapat internal, Selasa (10/1) di Gedung Graha Pena, Surabaya.

Ketua pembentukan tim Persebaya, Chusnul Faried, menyatakan beberapa agenda rapat Persebaya itu akan membahas perburuan pelatih dan pemain proyeksi Divisi Utama 2017. Selain itu, ada kemungkinan forum tersebut juga memutuskan pejabat struktural yang akan mengendalikan Persebaya.

Untuk posisi pelatih, sampai saat ini Persebaya belum mengantongi nama. Faried hanya menyebutkan pelatih Persebaya nanti harus memenuhi klasifikasi yang ditentukan PSSI, minimal berlisensi A Nasional atau B AFC.

Kendati begitu, Persebaya sudah memiliki gambaran soal kriteria pemain yang akan mereka rekrut. “Pemain Persebaya nanti harus memiliki kemampuan di atas rata-rata karena kami tak mau setengah-setengah dalam membangun tim,” kata Faried.

Selain memasukkan lima pemain senior semacam Mat Halil, Dedi Sutanto, Jefri Prasetyo, Satrio Syam, dan satu pemain senior lainnya, mereka juga mencomot dari klub internal. Selebihnya, bisa saja melalui mekanisme seleksi terbuka guna mendapatkan pemain yang diinginkan.

Soal rekrutmen, manajemen rencananya akan lebih dulu membahasnya dengan pelatih terpilih guna menyamakan visi dan misi. Faried belum tahu mekanisme apa yang akan dipakai pelatih nanti dalam proses merekrut pemain anyar.

Persebaya memang tak mau main-main. Di musim pertamanya kembali berkompetisi, mereka langsung menyasar target tinggi, yakni promosi ke kompetisi kasta tertinggi. “Kami sadar, target ini sangatlah sulit. Tapi, kami juga tidak mau hanya bertahan di kompetisi level dua seperti ini. Tempat Persebaya adalah di kompetisi kasta tertinggi,” tegas Faried. tim, net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan