SURABAYA | duta.co – Di banyak negara maju, penelitian selalu menjadi andalan sebagai pijakan dalam mengambil setiap kebijakan. Karena itu, Belanda dan Amerika dan banyak negara maju yang budaya penelitiannya sudah mengakar, perkembangan negara dan teknologinya sangat pesat.

Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) nomor urut 2 dari Partai Golkar Andi Budi Sulistijanto memandang, beberapa sektor pengembangan ekonomi membutuhkan data-data komprehensif agar bisa berkembang pesat. Data itu hanya bisa diperoleh dengan penelitian.

Gus Andi, sapaannya, mencontohkan pengembangan ekonomi masyarakat dalam sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pengembangan UMKM di masing-masing daerah memerlukan strategi khusus yang tentu tidak sama di semua daerah karena potensinya berbeda.

“Dalam bidang pengembagan industri kecil, bagaimana pelaku UMKM mampu menembus pasar global. Tentu harus dilakukan research bagaimana pasar bisa ditembus, bagaimana kualitas produk dan pengembangan sumber daya manusianya. Apalagi tahun 2020 akan masuk dalam industri 4.0,” ujar bendahara umum IQRA (Indonesian Qualitative Researcher Asosiation) ini, Minggu (17/3).

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU ini mengungkapkan, di Surabaya dan Sidoarjo memiliki potensi UMKM yang bagus. Banyak pelaku industri rumahan di Surabaya dan Sidoarjo perlu dibantu untuk pengembangan SDM dan pemasaran produknya.

Di sektor pariwisata, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena alam yang terbentang di nusantara sangat indah. Potensi ini harus dikembangkan dengan baik supaya membawa dampak ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar tempat wisata.

“Di Amerika NASA sebelum mencapai tujuan di ruang antariksa melakukan penelitian. Penelitan tidak boleh putus harus dilakukan terus menerus. Di Belanda pun selalu research untuk mengatasi perairan supaya negara tertata rapi. Dengan kondisi air yang memadai selalu menjadi keuntungan pariwisata. Di Belanda pengaturan air baik,” jelas Ketua DPP Partai Golkar bidang Keagamaan dan Ormas Agama ini.

Karena kehadiran penelitian sangat penting dalam setiap pengambilan kebijakan dan program-program strategis, tokoh muda asli Surabaya Jawa Timur ini bertekad akan mengedepankan data penelitian dalam program-program legislatif jika terpilih menjadi anggota DPR RI. Karena baginya, program pemerintah harus tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai komitmen awal, Gus Andi bersama IQRA akan menggelar Rakornas dan Lokakarya Nasional yang berlangsung sejak 19 Maret 2019 di Universitas Matana Serpong dan DPR RI. Acara yang diikuti oleh para peneliti dari berbagai Universitas di Indonesia ini rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo.

Gus Andi yang menjadi ketua pelaksana sekaligus didapuk menjadi salah satu pembicara ini menjelaskan, lokakarya akan mengupas bagaimana budaya penelitian di Indonesia banyak berkembang dan diminati oleh kalangan akademisi maupun anak muda yang potensial mengembangkan peneletian Indonesia.

“Diharpakan IQRA menjadi institusi sertifikasi bagi peneliti muda indonesia yang banyak di kampus. Kedua kita harus punya standart baku penelitian secara mudah oleh para peneliti. Kita punya banyak pakar metodologi yang bagus seperti Prof. Burhan Bungin dan lainnya,” ungkap Gus Andi.

Selain itu, lokakarya ini juga akan merumuskan standart baku penelitian. Standarisasi ini akan menjadi syarat supaya memiliki akses ke berbagai stakeholder agar kinerjanya diakui.

Andi budi menjabarkan, acara juga akan diikuti ketua umum IQRA Prof Burhan Bunging, sekjend Dr. Dedi Kurnia Syah Putra, bendhara umum Dr. H. Andi Budi dan Ketua Dewan Penasehat H. Bambang Soesatyo, MBA yang juga menjabat sebagai ketua DPR RI dan ketua Dewan Pembina IQRA Prof Dr. KH.Said Aqil Sirajd, MA yang juga ketua umum PBNU. azi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.