Tampak Syeikh Abdul Somad bersama Maulana Habib Luthfi (kiri) dan bersama Mbah Memoen Zubair. (FT/IST)

PENGANTAR REDAKSI – Ternyata ada orang yang selalu nyinyir kepada Ustad Abdul Somad (UAS) atau Syekh Abdul Somad (SAS). Silaturrahim dan ziarahnya kepada para kiai sepuh dinilai macam-macam, dari blingsatan sampai taqiyyah. Astaghfirullah! Ada baiknya kita baca catatan DR HM Afifudin Dimyathi, LC, MA, akrab dipanggil Gus Awis yang sudah beredar di medsos.

Sudah Direncanakan Hampir Satu Setengah Tahu Lalu
Oleh : Gus Awis*

DALAM rangkaian perjalanan silaturahmi dan ziarah makam muassis NU yang barusan selesai, saya mengambil banyak pelajaran. Saya melihat sebuah perhatian, saya ingin meyakinkan panjenengan semua, bahwa para ulama, baik yang saya dampingi, maupun yang kami sowani, dan saya yakin ulama-ulama lainnya, adalah sosok yang sangat konsen dalam membina umat dan bangsa.

Perhatian mereka pada bangsa ini, melebihi perhatian kita kepada anak-anak kita.

Saya melihat sebuah pendidikan. Pendidikan dari para sesepuh kepada generasi muda penerus bangsa ini, yang selalu mengalir bagai air deras, siap mengalir ke segala arah…

Saya melihat sebuah ketawadhuan. Ketawadhuan poro ulama dalam berinteraksi, dalam berbicara, dalam bersikap, dalam menanggapi permintaan, rasanya terlalu tinggi untuk kami ikuti.

Saya melihat sebuah keikhlasan. Keikhlasan poro ulama negeri kita yang tak terukur, ini sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, karena hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang sering berinteraksi dengan mereka.

Saya melihat sebuah tanggung jawab pemenuhan janji. Janji poro ulama, seakan terus terpampang di depan mereka, sehingga terus mengingatnya untuk memenuhinya.

Poro Kiai yang kami kunjungi dan temui serta Ust (Syekh) Abdus Shomad yang melakukan perjalanan silaturahmi ini, menampilkan teladan yang sangat pantas untuk diambil pelajaran…

Saya menyaksikan ada ribuan senyuman dan keramahan yang lahir dari sebuah pertemuan, berjabat tangan, dialog-dialog ringan, atau bahkan permintaan foto bersama, inilah yang memberi alasan kepada kami untuk tetap meyakini bahwa sesungguhnya dunia nyata tidak sekejam dunia maya…

Semuanya sangat mencair, lembut, dan menyenangkan.

Tidak ada sama sekali unsur politis dalam rangkaian lawatan kali ini, karena ini sudah kami rencanakan bersama Ust (Syekh) Abdus Shomad hampir satu setengah tahun yang lalu.

Hanya kepadatan panggilan dakwah dalam masyarakatlah yang selama ini menunda terlaksananya rencana ini.

Saya yakin, jika ada kesempatan silaturahmi lagi, pasti beliau akan dengan senang hati menjalaninya.

Semoga perjumpaan Ust (Syekh) Abdus Shomad dengan Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Hadratus Syaikh KH Maimun Zubair, KH Sholahuddin Wahid dan Masyayikh Tebuireng, Masyayikh PP Denanyar, Masyayikh PP Tambak Beras, Masyayikh PP. Darul Ulum, Masyayikh PP Langitan.

Juga perjumpaannya dengan Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Anwar Mansur, para masyayikh Jawa Timur yang hadir dalam acara Haul Ayah kami, H Ahmad Dimyathi Romly, serta para santri dan jamaah Nahdlatul Ulama Jombang membawa keberkahan baginya dan menambah semangatnya untuk selalu khidmah pada ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah -An Nahdliyah.

Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Dr KH. Fadlolan Musyaffa Mu’thi atas semua bantuan dan fasilitasnya.  Dan semoga Allah SWT senantiasa menjaga para ulama kita, dan menggolongkan kita bersama mereka fid daarain

Saya juga yakin Ayah kami, H A Dimyathi Romly tersenyum bahagia menyaksikan rangkaian kegiatan kami. Fa Lahu AL FAATIHAH….

إنْ أردتُ إلا الإصلاح ما استطعْتُ وما توفيقي إلا بالله، عليه توكلتُ وإليه أنيبُ

Jombang, 11 Feb 2019

Gus Awis (DR. H. M. Afifudin Dimyathi, LC, MA)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.