MALANG | duta.co  – Saat ini banyak kampus negeri atau swasta yang membuka program studi (prodi) baru. Padahal membuka prodi baru jika tidak dipikirkan secara matang, tidak akan dilirik para lulusan SMA sederajad.

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Untag Surabaya, Supangat, PhD memberikan trik dan tips pembukaan prodi baru di Universitas Widya Gama (UWG) Malang, Rabu (5/2/2025). UWG Malang berencana membuka prodi Sistem & Teknologi Informasi.

Supangat, mengatakan ketika hendak membuka prodi baru harus memperhatikan beberapa hal.  Di antaranya analisis kebutuhan pasar, studi kelayakan akademik, regulasi pemerintah, strategi diferensiasi, serta perencanaan sumber daya dan pemasaran.

“Setelah mahasiswa ini ada, tanggung jawabnya bagaimana? Kita juga perlu menganalisis kebutuhan pasar. Di Indonesia, hanya sekitar 37 perguruan tinggi yang memiliki prodi ini dengan fokus yang beragam. Mulai dari data science hingga tata kelola. Untag Surabaya sendiri lebih menitikberatkan pada cyber security, sedangkan Widya Gama bisa menyesuaikan keunikan programnya,” kata Supangat n

Menurutnya, Malang Raya masih memiliki sedikit perguruan tinggi yang menawarkan program studi ini, sehingga peluangnya cukup tinggi. “Kalau di Malang Raya, program studi Sistem dan Informasi menjadi peluang tinggi. Ini juga menjadi sebuah keunikan karena belum banyak perguruan tinggi yang memiliki prodi Sistem dan Teknologi Informasi, sehingga kompetitor di bidang ini masih sedikit,” tegas lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur DSI YPTA tersebut.

Alumni UTHM Malaysia ini juga menyoroti pentingnya pemenuhan syarat minimum akreditasi yang mencakup kurikulum, dosen, dan pengelola program studi. “Kurikulum harus memiliki keunikan, profil lulusan yang jelas, serta rancangan fasilitas MBKM agar relevan dengan kebutuhan industri,” tegasnya

Pria asli Surabaya ini menekankan bahwa branding program studi harus selaras dengan profil lulusannya. “Profil lulusan adalah yang menjadi poin utama pada branding. Jika profil lulusan tidak sesuai dengan branding-nya, kadang-kadang secara emosional terasa kurang matching dari konten di Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya, semuanya tidak boleh keluar dari profil lulusan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Kehadiran Untag Surabaya dalam acara ini memperkuat perannya sebagai institusi yang diakui dalam pengembangan program studi baru. Melalui kolaborasi ini, diharapkan prodi yang akan dibuka tidak hanya memenuhi standar akademik dan akreditasi, tetapi juga memiliki daya saing
tinggi di dunia pendidikan dan industri.

Kehadiran Supangat di kampus itu untuk
berbagii pengalaman terkait tahapan, strategi serta tantangan yang dihadapi dalam mendirikan program studi baru. Rektor UWG Malang,  Dr Anwar, beserta jajaran struktural yang bertanggung jawab atas pendirian program studi baru Sistem dan Teknologi Informasi itu hadir.

“Terima kasih atas kedatangannya. Untag Surabaya adalah sahabat baik. Untuk tahun ini, kita agendakan pendirian prodi baru, termasuk juga kita mendukung peningkatan akreditasi. Tentu kita mengarah seperti Untag Surabaya yang semakin eksis. Saat ini, kita mau belajar bagaimana tata cara tahapan dan trik-triknya mendirikan prodi baru,” ujar Dr. Anwar. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry