Sumitro, pengusaha bidang dekorasi yang berbagi ilmu dengan mahasiswa Unitomo dalam acara Pembekalan Mahasiswa dan Job Fair, Rabu (18/9). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Lulus kuliah, mahasiswa terpaku untuk memperoleh pekerjaan di sektor formal. Padahal, sektor non formal banyak yang masih belum digarap maksimal dan itu membutuhkan sentuhan anak muda untuk melakukannya.

Sumitro, pengusaha sukses bidang dekorasi asal Surabaya menyarankan anak muda atau yang dikenal dengan nama kaum milenial ini, jangan terpaku dengan pekerjaan di sektor formal itu.

Menurut Sumitro, pekerjaan di sektor non formal pun mampu bersaing dengan pekerjaan di sektor formal.

Sumitro menyontohkan dirinya sendiri. Dikatakan Lulusan Fakultas Ekonomi Bisnis Unitomo ini,  dulu dia mengawali karir sebagai loper koran. Lalu sempat menjadi perangkai bunga di daerah Kayon, Surabaya.

“Waktu itu memang masih dipandang sebelah mata. Diremehkan,” tukasnya di hadapan ratusan mahasiswa Unitomo, Rabu (18/9).

Tapi, Sumitro mengaku tak putus asa. Hingga akhirnya, dia menemukan bisnis yang membuatnya menjadi pengusaha sukses yakni wedding dekorasi.

“Kuncinya kita harus memiliki tekat kuat, tidak gampang malu, fokus akan usaha yang kita tekuni, jangan pelit akan pengetahuan yang kita miliki.Dan yang terakhir, kita pasrahkan rejeki kita ke Tuhan yang mengatur rejeki kita,” ujarnya.

Slamet Budiono dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya mengungkapkan data bahwa para pencari kerja setiap tahun selalu bertambah.

Ada dua juta tambahan angkatan kerja baru setiap tahunnya. Dikatakannya, saat ini minat pencari kerja di sektor formal lebih banyak dibanding jumlah pencari kerja.

“Persaingan sangatlah ketat dalam mencari kerja di sektor formal, diperlukan softskill yang lebih dalam menghadapi persaingan tersebut, namun kami dari pihak Disnaker berupaya memberikan banyak refrensi lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja,” katanya.

Rektor Unitomo, Dr Bachrul Amiq mengungkapkan, Unitomo untuk kali ini akan mewisuda sebanyak 897 mahasiswa.

Dan Unitomo berusaha mendekatkan lulusan dengan industri. Salah satunya dengan job fair.

Di mana ada banyak perusahaan yang didatangkan ke kampus untuk memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

Job fair ini memang baru pertama kali dilakukan Unitomo. Ini setelah Unitomo mendapatkan izin dari Dinas Tenaga Kerja untuk membuka Bursa Kerja Khusus (BKK).

“Tidak semua kampus kan punya BKK. Beruntung Unitomo mendapatkan izin itu. Sehingga kami bisa menggelar job fair ini untuk para wisudawan,” tandas Amiq.

Dengan job fair ini, kata Amiq, lulusan Unitomo bisa diketahui di mana mereka bekerja dengan tidak menunggu waktu lama.

“Selama ini, kita bisa telusuri itu dua tahun sekali. Pada 2016 lalu, ada data bawha 60 persen lulusan Uniomo sudah terserap industri. Sementara 40 persen usaha sendiri. Masa tunggu rata-rata empat bulan untuk memperoleh pekerjaan. Dengan job fair ini bisa kita ketahui update,” jelas Amiq.

 Pembekalan Wisudawan dan Job Fair dengan tema “Build Your Career for a Brighter Future” ini diharapkan akan terjadi keseimbangan antara lembaga penghasil sumber daya manusia (SDM) dengan dunia usaha sebagai pengguna. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry