Anggota DPR RI, H.Aminurokhman saat menyampaikan sambutan di acara Sosialisasi Konsensus Kebangsaan, di Palm Resto, Kota Pasuruan, Sabtu (30/11/2019) siang. (DUTA.CO/Raffael)

PASURUAN | duta.co – Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai NasDem, H Aminurokhman SE, MM menggelar Sosialisasi Konsensus Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Palm Resto, Kota Pasuruan, Sabtu (30/11/2019).

Dalam paparannya, mantan Walikota Pasuruan dua periode ini menjelaskan bahwa kegiatan Sosialisasi Konsensus Kebangsaan ini merupakan amanat undang-undang yang dimaksudkan untuk meningkatkan komitmen terhadap empat pilar kebangsaan yang menjadi soko guru dalam kehidupan.

Kata anggota Komisi II ini, yakni berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Komitmen kebangsaan tersebut tidak hanya dipahami dan dimengerti, tetapi harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga harus diterapkan oleh masyarakat yang serba majemuk dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Aktualisasi konsensus kebangsaan ini adalah bukti bahwa kita memiliki karakter sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan bermartabat dalam budaya. Karakter inilah yang membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Empat pilar kebangsaan merupakan tiang penyangga yang strategis dalam upaya membangun karakter (character building) kepada seluruh rakyat Indonesia agar semangat nasionalismenya tidak tergerus oleh paham dan gerakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ahistoris,” ujar Aminurokhman saat mempresentasikan pokok-pokok pikirannya.

Ia juga membeberkan bahwa Indonesia adalah Negara yang memiliki keberagaman paling besar di dunia, bila tidak dikelola dengan baik akan rentan terhadap perpecahan. Konsensus Kebangsaan adalah sebuah instrumen dasar yang didedikasikan untuk persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Pancasila dan NKRI adalah bentuk final kehidupan berbangsa dan bernegara”, tegas Aminurokhman.

“Perbedaan atas dasar agama, ras, suku, golongan, kelompok dan sebagainya adalah sunnatullah yang harus dibaca sebagai keniscayaan. Oleh karena itu budaya toleransi, saling mengerti dan menghormati serta saling mendukung sesama anak bangsa menjadi kebutuhan mutlak yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Ia meyakini bila semua masyarakat dapat mengimplementasikan empat konsensus kebangsaan dengan konsisten dan sungguh-sungguh. “Karenanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan berjalan dengan baik,” pungkas dia. (raf)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry