
JOMBANG | duta.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang tengah mematangkan perencanaan lima proyek infrastruktur strategis pada Tahun Anggaran (TA) APBD 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp13,5 miliar, sebagai bagian dari 12 program strategis yang dicanangkan Bupati Jombang pada 2 Desember 2025 lalu.
Kelima proyek tersebut menyasar peningkatan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Di antaranya, peningkatan Jalan Mojolegi, Panglungan dengan anggaran Rp2 miliar, peningkatan Jalan Mojoagung, Mojoduwur sebesar Rp2,99 miliar, serta rekonstruksi Jalan Made Asemgede senilai Rp2,89 miliar.
Selain itu, Dinas PUPR juga menyiapkan rekonstruksi Jalan Gebangbunder, Kecamatan Plandaan, dengan anggaran Rp2,87 miliar, serta peningkatan Jalan Cukir Mojowarno senilai Rp2,8 miliar.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, melalui Kepala Bidang Bina Marga Agung Setiaji, S.T., memastikan seluruh proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan teknis dan persiapan pengadaan.
“Proyek strategis Pemkab Jombang saat ini masih dalam tahap perencanaan oleh tim konsultan,” ujar Agung Setiaji saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1).
Menurutnya, setelah kajian teknis oleh tim konsultan rampung, tahapan selanjutnya akan masuk ke proses tender lelang. “Insyaallah, kurang lebih dua bulan proses kajian sudah selesai,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan duta.co di salah satu lokasi yang akan menjadi sasaran proyek strategis, yakni ruas Jalan Mojoagung Mojolegi, kondisi jalan tampak bergelombang dan mengalami tambal sulam, sehingga menuntut kehati-hatian pengguna jalan.
Ruas ini juga menjadi jalur vital bagi aktivitas industri, dengan intensitas kendaraan berat yang cukup tinggi.
Rizal, salah satu pengguna jalan yang bekerja di kawasan pabrik sekitar Mojoagung Mojolegi, mengaku merasakan langsung kondisi tersebut.
“Kalau berangkat atau pulang kerja saat melintas kurang nyaman karena jalannya tidak rata karena banyak tambalan aspal,” ujarnya saat ditemui di warung pada jam istirahat.
Ia menambahkan, ruas jalan tersebut kerap dilalui truk besar yang mengangkut hasil produksi pabrik, sehingga kerusakan jalan relatif cepat terjadi.
Di sisi lain, Pemkab Jombang berharap pelaksanaan proyek infrastruktur ini tidak sekadar memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi ikhtiar menghadirkan kemaslahatan, keselamatan, dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Kota Santri. (din)





































