ASWAJA : Gus Mahu saat membuka Muskercab MATAN bertempat di PP. Salafiyah Bandar Kidul (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Harlah ke – 9 dan sekaligus Muskercab Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarrah An Nahdliyyah (MATAN) digelar di Ponpes Salafiyah Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada Kamis Malam (14/01). Sejumlah petuah disampaikan KH. Jauhar Nehru, sosok ulama kharismatik merupakan Pengasuh PP. Roudlotul Ulum Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri kepada para pengurus.

Mulai menjaga Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) sesuai amanah diberikan para ulama dalam menjaga NU, bahwa keberadaan MATAN mampu menjadikan garda terdepan dalam melakukan syiar Islam. “Nek wedi ora usah gaya wani  tapi nek wani ora usah wedi – wedi (Jika takut tidak usah berlagak berani namun bila berani jangan pernah merasa takut, red),” ungkap Gus Mahu, sapaan akrabnya dihadapan para pengurus MATAN Kediri Raya.

Selain itu, Gus Mahu juga menitipkan organisasi NU tidak dilibatkan dalam segala bentuk kegiatan politik apalagi yang bertujuan untuk meraih keuntungan pribadi. “Bahwa NU bukan partai politik dan bukan untuk mencari uang apalagi demi keuntungan pribadi. Bila ada yang sekedar butuh uang, minta saya saja langsung daripada menjual nama NU,” tegasnya.

Bahwa sosok Gus Mahu, memang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Baik dalam membina dan menciptakan para santri tangguh, juga kehebatannya dalam hal berdakwah dengan menggunakan beragam cara. “Makanya saya termasuk orang yang  tidak sepakat ataupun setuju bila ada ulama yang berkiprah dalam dunia politik. Bila hanya sekedar memberikan saran atau masukkan dan menjadikan NU lebih baik, saya adalah orang pertama yang siap mendukungnya,” imbuhnya.

Terkait MATAN, dijelaskan KH. Abu Bakar Abdul Jalil selaku pembina bahwa organisasi ini telah berdiri sejak tahun 2009 lalu. “Dengan semangat dilatarbelakangi semakin tumbuh suburnya gerakan dan ideologi radikalisme terutama di lingkunagn perguruan tinggi. MATAN juga untuk menanamkan pendidikan tasawuf dan akhlaq kepada para mahasiswa. Cara berdakwahnya bisa bermacam, mungkin sambil ngopi santai atau dalam sebuah acara resmi,” ucap Ketua PCNU Kota Kediri yang juga Pengasuh PP. Salafiyah.

Harapan besar dari keberadaan MATAN ini, melahirkan generasi dan calon pemimpin bangsa yang berlandaskan pada paham Aswaja. “Kemudian memiliki wawasan kebangsaan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme. Bahwa ini merupakan organisasi terbuka untuk siapapun dan kami menjadikan mahasiswa sebagai agen yang menjaga NU di lingkungan kampus,” ungkap Gus Ab. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry