Alumni Program Studi (Prodi) D-3 Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Wahyu Erisa Fitri. DUTA/dok

SURABAYA l duta.co – Salah satu alumni program studi (prodi) D3 Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Wahyu Erisa Fitri menjadi salah satu anak muda yang sangat beruntung.

Karena dengan keterbatasan ekonomi, namun Erisa bisa mewujudkan cita-citanya untuk bisa menempuh pendidikan tinggi. Bahkan lulus dalam bidang yang diimpikan yakni keperawatan.

Bahkan dengan ilmu yang didapatnya selama kuliah, kini Erisa bisa berkerja di Puskesmas Sukodono Sidoarjo. “Jadi tidak perlu putus asa, karena sekarang banyak beasiswa bidikmisi, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa prestasi dan lainnya untuk bisa berkuliah terlebih di Unusa,” ujarnya.

Erisa mengaku berasal dari keluarga dengan perekonomian yang sangat pas-pasan. Ayahnya sebagai sales di sebuah pabrik dengan gaji yang di bawah upah minimum regional (UMR). Bahkan, saat dia lulus SMK dan adiknya lulus SMP, ayahnya dipecat dari pekerjaannya.

 “Saya saat itu sempat memiliki keinginan untuk berkerja untuk membantu adik untuk tetap bisa sekolah di tingkat SMA,” ucap Erisa.

Namun, upayanya untuk bisa melanjutkan kuliah menemui hasil lantaran Erisa mendapatkan informasi jika Unusa membuka jalur bidikmisi. “Saya coba-coba siapa tahu rezeki saya bisa memperoleh beasiswa tersebut,” ucapnya.

Setelah dinyatakan lolos mendapatkan beasiswa kuliah di Unusa, Erisa memberitahukan kedua orang tuanya. Dengan memperoleh beasiswa bidikmisi tersebut, kedua orang tuanya sangat senang dan bangga. “Keduanya sempat tidak percaya saya bisa lolos dan melanjutkan pendidikan untuk kuliah, tapi setelah dikasih kabar lolos ini keduanya sangat senang,” ucapnya.

Erisa menjelaskan selama menjalani kuliah di Unusa, tidak ada perbedaan dengan mahasiswa reguler. “Kita diajarkan sama seperti mahasiswa lainnya jadi ini membuat motivasi saya untuk bisa memperoleh yang terbaik dalam kuliah,” ucapnya.

Selama menimba ilmu di Unusa, Erisa memperoleh berbagai macam prestasi seperti finalis di hypothalamus competition di Universitas Negeri Jember pada tahun 2016. Setelah itu, pada tahun 2017, menjadi finalis di KMI awards dan expo KMI di Politeknik Negeri Pontianak.

Yang terakhir pada tahun 2018, memperolen juara satu KBMI kategori industri kreatif di Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor. “Yang paling membanggakan di tahun 2018 itu juga saya lulus dan menjadi wisudawan terbaik Prodi D-3 Kebidanan Unusa,” ucap Erisa. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry