KEDIRI | duta.co – Video pendek berdurasi 03:22 itu viral di medsos nahdliyin. Tampak pimpinan sidang dengan cepat minta persetujuan peserta, bahwa, Muktamar ke-35 NU akan digelar di PP Lirboyo, Kediri. Saat itu juga, ada peserta yang angkat tangan. Prof Muhammad Nuh yang duduk di depan bersama pimpinan sidang berusaha mendengar suara peserta.

“Tapi pimpinan sidang jalan terus. Kayak mau ‘dipaksakan’. Lha ini di depan para masyayikh, masak kayak gitu, kasihan beliau-beliau menyaksikan gontok-gontokan soal tempat. Untungnya, Rais Aam KH Miftachul Akhyar langsung maju,” demikian komentar warga NU.

Dengan begitu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memang belum bisa memastikan lokasi Muktamar NU yang dijadwalkan akan berlangsung 1-5 Agustus 2026 mendatang. Namun, sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Muktamar NU, diantaranya, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.

Sekretaris SC Munas Konbes NU 2026 Prof Muhammad Nuh, mengatakan, PBNU telah mengantongi beberapa opsi lokasi Muktamar NU ke-35. “Lokasinya tetap ada. Yang sudah mengusulkan itu sekarang kan yang jelas ada beberapa,” kata Muhammad Nuh, saat Konferensi Pers di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026)

Perihal lokasi, Prof Nuh merinci, terdapat di wilayah NTB,, wilayah Jawa Timur, khususnya yang mengajukan (Ponpes) Lirboyo, dan Tambakberas, kemudian dan terakhir Jakarta. Di samping itu, PBNU masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi Muktamar, salah satunya kemudahan akses.

“Yang akan jadi pertimbangan PBNU ke depan, tentu, waktunya juga sudah pendek, yang akses (pengurus) cabang dan wilayah itu bisa dengan mudah menjangkau, mungkin salah satu pertimbangannya itu,” ujarnya.

Selain aksesibilitas, Gus Ipul menegaskan ada sejumlah aspek lain yang akan dibahas bersama jajaran pengurus PBNU dan para ulama. “Tetapi tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang jadi bahan diskusinya para pengurus PBNU khususnya, dan jajaran para ulama,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan akhir lokasi Muktamar akan dikonsultasikan dengan para ulama sebelum ditetapkan (secepatnya) oleh PBNU. “Nanti tentu akan dikonsultasikan dengan banyak ulama untuk menentukan pilihan tempat muktamar yang diharapkan bisa menemukan jawaban dalam waktu dekat ini” pungkasnya.(bud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry