
All Pack Surabaya Expo 2026 Diapresiasi Gubernur Khofifah, Sejak Dulu Tekankan Pentingnya Packaging


Gubernur Khofifah menegaskan sejak 1992, saat dirinya menjadi anggota DPR RI, dan pada 1994 menjadi Ketua Komisi VIII, dirinya sering datang ke Jawa Timur. “Saat itu saya selalu sampaikan jargon: petik, olah, kemas, jual. Di sini pentingnya pengemasan, packaging untuk menambah nilai jual,” ujarnya saat membuka All Pack Surabaya Expo 20206, di Grand City Convex, Rabu (1/7/2036).
Itu berlanjut hingga 1999 saat memimpin Kementerian Peranan Wanita dan Kepala BKKBN melihat program Prokesra. Di tahun ’98 itu sebetulnya menjadi kekuatan untuk bisa memberikan sumber-sumber ekonomi inovatif bagi kader-kader BKKBN.
“Itu pun saya selalu menyampaikan: petik, olah, kemas, jual. Kenapa bahasa itu melekat dengan posisi saya pada saat itu? Karena saya melihat di Indonesia ini, pada sektor maritim contohnya, di sangat banyak sentra nelayan, yang melaut adalah suaminya dan yang menjual adalah istrinya. Jadi, habis petik, langsung jual. Pengolahan dan pengemasan belum tersentuh, padahal itu menjadi bagian penting untuk kita introduksi bersama,” jelasnya.
Khofifah menyampaikan bahwa nilai tambah itu ada pada proses pascapetik atau pascapanen, yaitu melalui pengolahan dan pengemasan.
Karena itu ketika menjadi Gubernur Jawa Timur, Khofifah tetap berkomitmen untuk mengembangkan hal itu. Dia merasa bersyukur karena ada pameran seperti All Pack Surabaya Expo ini. Sehingga produk Jawa Timur yang butuh packaging bisa mengetahui alat apa yang dibutuhkan.
Khofifah pun merasa kagum, karena ada banyak alat packaging canggih yang dipamerkan. Produsen olahan bisa memilih packaging seperti apa yang diinginkan dan dibutuhkan.
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim mengatakan, Surabaya sebagai gerbang baru Nusantara yang menjadi hub perdagangan ke Indonesia timur, sangatlah penting bagi semua jenis usaha.
Karena itu, Daud menegaskan pameran All Pack di tahun ini terpisah dengan dua pameran lainnya. “Biasanya tiga pameran dijadikan satu, sekarang sendiri-sendiri. Surabaya kami branding sendiri karena sudah semakin besar skalanya,” ujar Daud.
Ada 120 peserta dalam pameran kali ini dari 10 negara. Juga ada 10 pelaku UKM dari Jawa Timur ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Ini yang terbesar. Ada inovasi teknologi pengolahan, mesin produksi, pengemasan, otomatisasi alat dan sebagainya. “Jangan sampai dilewatkan,” tukasnya.
Ariyana Susanti, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi Republik Indonesia, menambahkan perkembangan industri manufaktur di Jawa Timur sangat luar biasa. Hal itu diimbangi dengan adanya pertumbuhan pengemasan. “Jatim menjadi motor penggerak industri nasional dalam bahan baku, SDM , infrastruktur yang memadai, memang menjadi gerbang utama distribusi,” tukasnya. lis