
JAKARTA | duta.co – Alhamdulillah, penanganan haji tahun ini (2026) semakin rapi. Per Rabu (7/1/26) Kementerian Haji dan Umrah telah melaporkan progres pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) mencapai 95,42 persen untuk calon jamaah haji reguler. Sementara itu, calon jamaah haji khusus mencapai 96 persen. Kamis, (8/1/26) diperkirakan sudah hampir 100%. “Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah dalam dua hari ke depan kita bisa mencapai 100 persen,” ujar Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Pada penyelenggaraan haji 2026, kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 orang, dengan rincian 203.320 haji reguler (92 persen) dan 17.680 haji khusus (8 persen) atau sesuai Undang-undang Penyelenggaraan Haji. Menhaj menegaskan, jamaah yang telah melakukan pelunasan dipastikan sudah menjalani pemeriksaan kesehatan istitha’ah. Pada musim haji tahun ini, proses pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menteri Haji dan Umrah RI Dr KH Mohammad Irfan Yusuf, juga mengapresiasi minat mahasiswa untuk memberikan yang terbaik dalam urusan haji. Seperti Fakultas Dakwah Komunikasi Islam (FDKI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah segera membuka Program Studi (Prodi) Haji dan Umrah sebagai bentuk upaya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya umat Islam di Tanah Air.
“Saat ini semua persyaratan administrasi dan operasional terkait rencana persiapan pembukaan ProdiHaji dan Umrah telah disiapkan,” kata Dekan FDKI UIN Datokarama Dr Adam di Kota Palu, Rabu (7/1/2025) seperti diunggah republika.co.id.
Ia mengatakan, Prodi Haji dan Umrah ditargetkan akan terealisasi pada 2026, direncanakan semester awal prodi tersebut akan menampung 50 hingga 75 mahasiswa baru. “Proposalnya telah kami siapkan dan saat ini kampus telah merekrut lima hingga enam dosen yang akan mengabdi di Program Studi itu,”kata dia.
Dari hasil analisis dan kajian yang dilakukan UIN Datokarama Palu, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang haji dan umrah saat ini cukup tinggi. Hal ini juga selaras dengan arahan Rektor UIN Datokarama yang menginginkan percepatan lahirnya manajemen dan pembimbing haji dan umrah di Sulawesi Tengah. “Pembukaan Prodi itu merupakan dukungan terhadap visi besar pemerintah, menciptakan SDM unggul dalam pengelolaan haji dan umrah,” ucapnya.
Ia mengatakan fakultas juga akan melaksanakan lokakarya kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, kurikulum yang berbasis OBE (Outcome-Based Education) pendekatan pendidikan yang berfokus pada hasil atau capaian pembelajaran yang harus dikuasi mahasiswa setelah lulus.
Bukan sekedar materi atau proses pembelajaran, dimana seluruh rancangan pembelajaran, metode dan penilaian diselaraskan untuk mencapai kompetensi terukur dan relevan terhadap kebutuhan kerja. “Kami berharap dalam proses penyiapan dokumen, sarana dan prasarana penunjang dapat terlaksana tanpa ada kendala,” kata dia.(*republika.co.id)






































