Suasana Pleno LPJ PBNU di Muktamar ke-34 NU Lampung. FT/IST)

LAMPUNG | duta.co – Ada kesalahan persepsi, dan perlu mendapat pelurusan terkait saldo duit PBNU. Selama ini ada yang menganggap PBNU memiliki duit sebesar Rp 1,8 triliun, ternyata, itu keliru. Yang benar duit sebesar itu merupakan kumpulan dana ZIS yang kemudian tersalurkan lewat LAZISNU.

“Ini. Baru saja Ketua Umum PBNU Kiai Said, menjelaskan, bahwa, dana Rp 1,8 triliun itu adalah penghimpunan dana zakat infaq dan sodaqoh (ZIS) yang tersalurkan melalui LAZISNU. Dan sudah tersalurkan. Bukan saldo PBNU,” demikian salah seorang peserta muktamar di tengah mendengar Laporan Pertanggungjawaban PBNU, Kamis (23/12/21).

Padahal, sebelumya ramai kita baca, bahwa, saldo PBNU berjibun, Rp 1,8 triliun. Dari segi ekonomi, misalnya, keuangan PBNU bertumbuh baik selama masa kemimpinan Kiai SAS. Sosok yang akrab dipanggil Kiai Said itu menerangkan kini kas NU mencapai Rp 1,8 triliun.

Pertama, baru kali ini sejak NU berdiri keuangan bisa diaudit eksternal. Selama ini belum pernah. Waktu saya baru masuk ada uang Rp 500 juta, sekarang ada Rp 1,8 triliun. Bisa dicek,” kata Kiai Said Aqil Siradj dalam talkshow Gagasan Kiai Said Menuju Muktamar NU di YouTube TVNU, Selasa (14/12) seperti warta kumparan.com.

“Saya dorong semua lembaga jalan tanpa intervensi saya. Saya beri motivasi bekerja sesuai program yang mereka tanggung jawab,” imbuhnya.

Di segi pendidikan, Said Aqil menerangkan, NU punya 43 perguruan tinggi yang ada di bawah badan hukum NU. Adapun beasiswa bagi santri NU semakin berkembang tiap tahunnya.

“Perguruan tinggi sampai saat ini 43 yang di bawah badan hukum NU, sebelumnya belum ada. Ketika zaman menterinya Pak Nuh ada 24, Pak Nasir jadi 38, Pak Nadiem jadi 43,” paparnya.

Lalu? “Baru kali ini kita dapat beasiswa dari Maroko rutin tiap tahun 30 orang. Al Azhar Mesir tidak rutin tapi sering. Begitu juga dari China, India, Australia, yang teknologi ya bukan agama. Beberapa santri S1, S2, saya kirim ke luar negeri,” lanjut dia.

Tingkatkan Lagi

Selain itu, Said Aqil membeberkan ada 8 rumah sakit di bawah pengelolaan NU selama masa jabatannya. Semakin banyak pula wakaf tanah yang NU terima. “Wakaf tanah banyak. Di puncak dua hektare, di Jateng, Semarang, Sidoarjo, Sumbar, Grogol 2 ribu meter. [Ini hasil dari] kepercayaan dengan harapan tanahnya berkah untuk pesantren. Di Kuningan Jabar 4 hektare, setengah sudah kita bangun pesantren NU,” terangnya.

Kiai Said memastikan apabila dirinya menjabat lagi sebagai Ketum NU periode mendatang, akan lebih banyak perubahan positif di NU. Ia mengungkapkan masih banyak cita-cita yang ingin dia wujudkan, misalnya membangun rumah sakit dan perguruan tinggi di tiap cabang NU.

“Saya belum puas untuk capaian ini. Pengiriman beasiswa kita tingkatkan lagi terutama ke AS, Eropa, Australia, Jepang, Korea, yang teknologi. Yang agama Maroko, Mesir, terus jalan juga sehingga sepulangnya dari luar negeri pelajar-pelajar akan jadi kader NU yang berwawasan luas, cerdas, di samping kita bangga dengan lulusan pesantren,” papar dia. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry