Endah Tri Wahyuningtyas, SE., MA – Dosen dan Kepala Program Studi Akuntansi

SETIAP manusia pada dasarnya diciptakan oleh Allah SWT sebagai manusia yang unik dan mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya agar supaya saling berkompetisi serta saling melengkapi satu sama lainnya.

Begitu juga manusia diciptakan di dunia yang penuh dengan masalah mulai dari pemenuhan kebutuhan ekonomi, masalah belajar, masalah rumah tangga, konflik masyarakat dan sebagainya. Masalah-masalah tersebut sehari hari muncul di hadapan kita dan banyak memakan waktu serta tenaga dan  fikiran untuk dapat keluar dari situasi tersebut.

Secara tidak sadar sebenarnya masyarakat telah memiliki pola pikir akuntansi dan mereka telah mengaplikasikan di setiap aktivitas mereka. Mengelola stress yang baik serta bagaimana mempertanggungjawabkan stres itu sendiri sangat dibutuhkan mengingat stres merupakan suatu kondisi yang sering kita hadapi sehari hari seiring dengan kemajuan jaman maka tingkat stress manusia akan meningkat sebagai akibat dari persaingan untuk bertahan hidup serta eksistensi diri di masyarakat.

Pertanggungjawaban stress untuk menciptakan sebuah nilai (value) di kehidupannya itulah yang disebut akuntansi stress.

Akuntansi tidak melulu dimaknai secara teknis yaitu pencatatan atas transaksi laporan keuangan. Penulis ingin membawa akuntansi dalam arti yang lebih luas. Sifat dan karakter akuntansi telah tertanam dalam diri setiap manusia.

Bagaimana dia mengelola dan bertanggungjawab atas stress atau berbagai konflik yang ada untuk meningkatkan taraf hidup atau kemakmuran mereka di kehidupan bermasyarakat.

Pada dasarnya stres merupakan beban melebihi kapasitas fikiran manusia yang diakibatkan oleh ketidak mampuan manusia dan menyelesaikan persoalan hidup yang terlalu berat  sehingga dapat membebani seseorang  yang berakibat menurunnya produktivitas kerja serta kesehatan orang tersebut sebagai akibat dari rendahnya pengelolaan stres yang dialami.

Tingkatan stres setiap manusia yang satu dengan yang lainnya sangat berbeda tergantung  tingkat pekerjaan, pendidikan serta lingkungan masyarakat yang ada.

Seseorang yang mempunyai jabatan tinggi diperusahaan akan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi mengingat tanggung jawab yang diembannya lebih besar bila dibandingkan dengan para pekerja level bawah, begitu juga dengan dilingkungan masyarakat banyak masyarakat yang tidak mau aktif di organisasi kemasyarakatan hanya takut akan resiko terjerumusnya kedalam konflik yang dapat menguras waktu dan tenaga.

Dari kasus diatas kita mendapatkan pelajaran yang menarik dimana tingkat stres manusia sudah mulai bertambah maju. Hal ini dapat tercermin pada kehidupan anak anak kita ditingkatan sekolah dasar.

Sebagai contoh nyata para orang tua saat ini menginginkan pendidikan yang terbaik buat anak anaknya dipilihkanlah sekolah terbaik dengan sistem full day school.

Anak anak dipaksa belajar satu hari full  disekolah sehingga hilanglah waktu bermain anak, tidak cukup berhenti disitu kadang kadang anak dipaksa orang tua untuk les ini les itu dimalam harinya, bisa kita membayangkan betapa tingginya stresnya pada anak tersebut.

Semua itu dilakukan orang tua dalam rangka mendidik tingkatan stres kepada anak anaknya. Anak yang  banyak diberikan pekerjaan atau permasalahan yang tinggi akan semakin kebal dalam menyelesaikan permasalahan bila dibandingkan dengan anak yang dimanja oleh orang tuanya.

 Namun tingkatan stress pada anak haruslah dikelola dengan baik dan secara bertanggungjawab, transparan serta kasih sayang oleh Orang Tua agar dapat menciptakan value yang baik bagi si anak.

Begitu juga dengan kita, kita sering mendengar keluhan sesorang atas ketidak mampuan secara eknomis seperti halnya masalah utang piutang, seseorang yang tidak pernah utang dan melakukannya satu kali saja maka stresnya bukan main dalam memikirkan hutangnya bila dibandingkan dengan para pengusaha kita yang mempunyai hutang ratusan juta rupiah di banyak  bank, namun kehidupannya santai saja.

Dari permasalahan diatas kita dapat mendapatkan pelajaran menarik bahwa kemampuan kita dalam menghadapi permasalahan hidup tergantung sikap dan tingkat kedewasaan seseorang.

Tingkat kedewaasan diciptakan dari pendidikan serta lingkungan masyarakat yang baik sehingga dapat mengajarkan kita semua dalam memecahkan permasalahan masyarakat. Semoga kita dapat mengelola dan bertangggungjawab atas segala konflik atau tingkat stress yang terjadi sehingga berdampak pada peningkatan nilai hidup seseorang. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry