
KEDIRI|duta.co – Pada Kamis malam kemarin, warga Kediri digegerkan dengan munculnya akun facebook atas nama Jasmin Jasmin, menyampaikan jika terdapat satu pasien atas nama Miftakhur Rohman, warga Desa Ngreco RT. 01 RW. 01 Kecamatan Kandat telah kabur dari RS. Aura Syifa Kabupaten Kediri. Atas kejadian ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19, dr. Ahmad Chotib menjelaskan bahwa pasien tersebut tidaklah kabur namun justru melakukan isolasi mandiri.
Setelah diunggah dalam media sosial, seketika memunculkan beragam komentar menanyakan kabar tersebut di tengah wabah Pandemi Corona. Beragam pertanyaan pun bermunculan yang menunjukkan rasa kepanikan warga Kediri. Akhirnya didapat penjelasan melalui tim gugus tugas, bahwa bila menerima postingan atau menemukan akun tersebut agar dibantu dilakukan klarifikasi.
“Kami luruskan berita tersebut, jadi untuk yang bersangkutan telah melakukan Rapid Tes. Namun Tidak benar bahwa yang bersangkutan ini melarikan diri dari rumah sakit. Salah satu alasan saudari Miftakhur Rohman berada di salah satu tempat di Kota Kediri, untuk melakukan isolasi mandiri dan bukan melarikan diri dari rumah sakit. Dengan alasan agar tidak menjadi carier pada keluarganya. Itu alasan yang dia sampaikan,” terang dr. Ahmad Chotib.
Kemudian pada Jumat pagi, Tim URC BPBD Kabupaten Kediri menjemput Miftakhur pada salah satu hotel untuk diantar pulang agar melakukan isolasi mandiri di rumah saja. “Kami sampaikan informasi terkait pemberitaan saudari Miftakhur berusia 22 tahun, jenis kelamin perempuan tidak melarikan diri dan kami antar pulang untuk melakukan isolasi mandiri di rumah saja. Selanutnya pada Senin besok akan menjalani swab test,” terang Komandan URC, Windoko memimpin penjemputan sekaligus memberikan edukasi kepada keluarganya.
Atas kejadian ini, Kepala Kominfo Pemerintah Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan meminta bagi pemilik Akun Jasmin Jasmin agar menurunkan postingan tersebut dan bagi masyarakat yang menerima postingan ini disampaikan informasi tersebut tidak benar. “Mohon bila menemukan atau menerima postingan terkait ODP warga Desa Ngreco, hal tersebut tidaklah benar. Bagi pemilik akun Jasmin Jasmin, mohon untuk postingannya diturunkan, karena sudah menimbulkan keresahan buat masyarakat. Himbauan juga diberikan kepada semua pemilik akun media sosial, bila akan menggunggah informasi untuk dikonfirmasikan terlebih dahulu dan dipastikan informasi yang didapat sudah akurat, harapannya tidak menimbulkan kepanikkan,” ungkap Krisna Setiawan. (nng)





































