
KEDIRI|duta.co- Akses masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Kediri ditutup oleh warga, memicu terganggunya operasional pengelolaan sampah di seluruh wilayah kota. Penutupan ini dipicu tuntutan warga terkait kompensasi dampak lingkungan yang hingga kini belum menemukan titik temu.
Pantauan duta.co di lapangan, aksi warga menutup pintu masuk TPA, dengan memasang sejumlah tuntutan. Mereka meminta kenaikan kompensasi menjadi Rp2 juta. Sementara itu, Pemerintah Kota Kediri sebenarnya telah menyiapkan kompensasi sebesar Rp1.250.000. Perbedaan angka ini membuat proses mediasi yang telah beberapa kali dilakukan belum mencapai kesepakatan.
Terlebih lagi, Pemerintah juga menegaskan bahwa, tidak pernah ada janji pemberian kompensasi sebesar Rp2 juta seperti yang dituntut warga.
Dampak dari penutupan tersebut sangat berimbas dan langsung dirasakan masyarakat, perihal pelayanan persampahan di Kota Kediri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menyebutkan bahwa, operasional pengangkutan sampah menjadi sangat terganggu.
“Per hari Senin, 6 April, telah terjadi penumpukan sampah di hampir seluruh TPS dan TPS 3R yang ada di Kota Kediri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, volume sampah harian di Kota Kediri berkisar antara 150 hingga 160 ton, tergantung aktivitas masyarakat. Pada hari kerja, produksi sampah rata-rata mencapai 150 ton per hari, sedangkan pada akhir pekan jumlahnya bisa melebihi angka tersebut.
Penutupan akses TPA sendiri telah berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Kamis hingga Senin. Akibatnya, distribusi sampah dari tempat penampungan sementara tidak dapat dilakukan secara normal.
“Saat ini sampah masih tertahan dan menumpuk di TPS, TPS 3R, serta pusat-pusat pengelolaan sampah yang ada,” jelas Indun.
Pihaknya merinci, penumpukan terjadi di sekitar 40 Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan 9 TPS 3R yang tersebar di Kota Kediri.
” Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani” tutupnya.
Sementara, mayoritas masyarakat berharap, pemerintah Kota Kediri diharapkan segera menemukan solusi bersama warga agar akses ke TPA dapat kembali,
” Harapanya, akses TPA segera dibuka dan layanan persampahan kembali normal” harap Ani, salah satu warga Kota Kediri. (bud)








































