NYARIS RICUH: Massa aksi dan pihak kepolisian terlihat saling dorong.(duta.co/Habib)

PAMEKASAN | duta.co -Kali ini demo menyoroti murahnya harga tembakau di Pamekasan di lakukan puluhan masyarakat dari Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) dan Institut Kajian dan Riset Daerah (Ikred) dengan menggelar depan Kantor Bupati Pamekasan, Selasa (10/9).

Aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan polisi tidak dapat dihindarkan karena massa mencoba menerobos masuk kantor bupati dan dihalang oleh pihak kepolisian dengan alasan tidak memegang Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Aksi saling jotos hampir saja terjadi karena massa meminta ditemu bupati dan hampir diberi tembakan gas air mata namun gagal karena dilakukan negosiasi antara kedua belah pihak. Massa aksi akhirnya di temui Kadisperindag Pamekasan

Musfik, salah satu orator aksi menjelaskan jika pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke pihak polisi terkait aksi tersebut. Dan polisi tidak bisa serta merta membubarkan aksi demo sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Surat pemberitahuan sudah kami sampaikan ke pihak Polres. Jadi, kami resmi menggelar aksi demo ini,” tegasnya.

Ditambahkan, pihaknya hanya ingin membela petani karena harga tembakau anjlok dan tidak terbeli. Kami menangih janji politik bupati yang mengatakan tidak akan ada lagi harga tembakau milik petani murah.

“Bupati Baddrut Tamam masih mau menunggu apalagi, liat realita dilapangan Pak, segera ambil kebijakan untuk membantu petani. Kami juga meminta Bupati dan Wakil bupati bertanggungjawab kepada petani tembakau dengan mendesak pabrikan untuk membeli tembakau rakyat dengan mahal,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, Bambang Edi Suprapto menjelaskan siap menampung aspirasi soal harga tembakau yang murah tersebut.

“Kami siap menjembetani, untuk tataniaga tembakau di Pamekasan yang menjadi salah satu poin tuntunan saudara-saudara sudah kami laksanakan,” kata Bambang saat menemui massa aksi. bib

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry