SEPAWON : Warga Dusun Tegalrejo Desa Babadan Kecamatan Ngancar saat menutup akses jalan perkebunan (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Sedikitnya 500 kepala keluarga warga Dusun Tegalrejo Desa Babadan Kecamatan Ngancar terancam kelaparan karena akses jalan untuk mereka bekerja ditutup oleh pihak PTPN XII Ngrangkah Sepawon. Puluhan warga yang emosi pun, pada Sabtu (01/08), membalas memasang pagar bambu agar pihak perkebunan juga tidak bisa melintasi jalan menuju akses utama Jl. Raya Kelud.

Sejumlah warga hendak bekerja ke kebun pun terpaksa putar balik karena jalan yang biasa mereka lintasi ditutup oleh pihak perkebunan. Namun ternyata jalan yang ditutup semuanya, akhirnya warga sepakat membuat aksi balasan dengan memasang pagar kayu agar pihak perkebunan juga tidak bisa mengakses ke jalan utama. Disampaikan Darno, Ketua Kelompok Tani Maju Makmur Desa Babadan, bahwa sebelumnya tidak ada pemberitahuan atas penutupan ini.

“Dari keterangan beberapa orang katanya banyak pohon cokelat milik Sepawon yang rusak, makanya semua jalan yang biasa dilalui ini kemudian ditutup. Kami tidak diberi akses jalan sama sekali, terus kami bagaimana bisa cari makan. Ini urusan perut, bagaimana jika kami kelaparan. Makanya kami balas, kami pasang juga pagar kayu agar mereka para pekerja perkebunan agar tidak bisa lewat ke jalan utama,” ucapnya.

Dikonfirmasi terkait permasalahan ini, Darmaji, selaku Koordinator Keamanan PTPN XII Ngrangkah Sepawon membenarkan jika pihak manajemen demi mengamankan aset milik perkebunan, terpaksa menutup sejumlah akses jalan tikus. “Ada sekitar 30 jalan tembus yang terpaksa kami tutup karena sejumlah Pohon Cokelat rusak dan mati. Kami berharap warga sekitar bisa memahami dan tidak terjadi kesalahpahaman,” terang Darmaji.

Atas kejadian pada Sabtu pagi dan berlanjut aksi puluhan massa pada siang hari, diagendakan pada Minggu besok akan digelar pertemuan mediasi. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono membenarkan atas kejadian ini dan berharap kasus ini bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat. “Kami telah menerima laporan tersebut dan anggota telah memintai keterangan dari kedua belah pihak. Kami berharap kasus ini diselesaikan secara musyawarah untuk mencari solusi yang terbaik,” ungkap AKBP Lukman. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry