PASURUAN | duta.co – Pengurus Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Kabupaten Pasuruan turut memperkuat barisan dalam agenda strategis tingkat provinsi bertajuk “PGRI Power 2026: Rapat Kerja SLCC PGRI Se-Jawa Timur”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (13-14 Februari 2026) di Gedung Solidaritas Guru Jawa Timur, Surabaya ini, memfokuskan diri pada integrasi teknologi masa depan dalam dunia pendidikan.

Dengan mengusung tema “Mengakselerasi Transformasi Pendidikan Indonesia di Era AI”, pertemuan ini bertujuan memposisikan tenaga pendidik sebagai pionir dalam pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).

Kabupaten Pasuruan mengirimkan representasi terbaiknya, Arini Hidayati, M.Pd., untuk memastikan program kerja di tingkat daerah sejalan dengan visi besar Jawa Timur. Kehadiran ini menegaskan komitmen Pasuruan dalam mencetak guru yang tidak hanya melek digital, tetapi juga tetap memegang teguh karakter bangsa.

 

Rakerda ini menjadi wadah diskusi intensif mengenai tantangan pendidikan modern. Terdapat tiga poin krusial yang menjadi fokus utama pembahasan:

Integrasi AI di Ruang Kelas: Strategi agar AI dapat membantu efisiensi administratif guru dan mendukung pembelajaran yang lebih personal bagi siswa.

Peningkatan Kompetensi Digital: Program pelatihan berkelanjutan agar guru-guru di Jawa Timur mampu bersaing di level nasional maupun global.

Keseimbangan Etika dan Karakter: Menekankan bahwa teknologi hanyalah alat; karakter pendidik tetap menjadi fondasi utama yang tidak tergantikan.

“Era AI bukan hadir untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mendidik. Kami berkomitmen membawa perubahan nyata ke daerah masing-masing melalui hasil Raker ini,” ujar salah satu pimpinan SLCC Jawa Timur dalam sambutannya.

Pasca-acara ini, SLCC PGRI Kabupaten Pasuruan dijadwalkan akan segera menyusun kerangka kerja (framework) baru. Hal ini mencakup penyusunan kurikulum pelatihan berbasis AI yang akan langsung diimplementasikan kepada para guru di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Langkah ini diambil karena transformasi pendidikan dianggap bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan generasi masa depan tetap kompetitif di tengah pesatnya perkembangan teknologi. (Puj)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry