SURABAYA | duta.co – Setelah mendapat ultimatum dari PW GP Ansor Jatim selama 3 x 24 jam, Wahid Ghozali pembuat video heboh yang menyatakan pengurus PWNU Jatim mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, akhirnya meminta maaf melalui video yang kini viral di media sosial.

Permintaan maaf pria yang mengaku asal Waru Sidoarjo itu berdurasi 2.17 menit. Berikut isi pernyataan Wahid Ghozali dalam video.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya Wahid Ghozali dari Waru, hari ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada pengurus NU wilayah Jatim, dimana atas beredarnya video saya yang sudah menyebar kemana-mana tanpa sepengetahuan saya.

Saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila di dalam video itu dianggap ada yang salah, ada yang keliru, ada yang tidak benar, saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sudilah kiranya pengurus NU Jatim memberikan maaf kepada saya, dan tentu saya pribadi juga memaafkan pada orang-orang yang menyebarkan video saya tanpa sepengetahuan dan seijin saya.

Saya tidak ada dendam, tidak ada hati yang tak enak dengan mereka yang menyebarkan video saya. Saya tetap menjalin hubungan baik dan tetap memberikan maaf kepada mereka. Sekali lagi saya mohon maafyag sebesar-besarnya.

Saya hidup di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), saya dibesarkan dan dididik di lingkungan NU, mudah-mudahan NU kedepan terus lebih jaya. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas kesalahan saya, saya ucapkan terima kasih, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”.

Ketua PWNU Tidak Ridho

Terpisah, Ketua PW GP Ansor Jatim, Gus Abid Umar menyatakan bahwa permintaan maaf Wahid Ghozali dinilai kurang etis. Sebab yang diharapkan adalah menemui langsung pengurus PWNU Jatim di kantor PWNU Jatim.

“Kami siap menfasilitasi dan mengawal jika Wahid Ghozali bersedia menghadap ke PWNU Jatim,” tegas Gus Abid Umar.

Sebelumnya, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar juga membantah keras video yang dibuat Wahid Ghozali.

Menurut kiai asli Malang, lokasi yang diambil dalam video itu bukan kantor PWNU Jatim. Sebab kantor NU yang asli itu ada di depan Masjid Al Akbar sebelah pojok.

“Yang ada di video yang disebar-sebar itu bukan kantor PWNU tapi di lingkungan Astranawa. Kalau itu dikatakan kantor PWNU Jatim itu bohong. Kami tidak rela, tidak ridho warga NU dukung yang bohong-bohong. Warga NU haram percaya yang bohong-bohong. Warga NU haram mendukung calon atau tim sukses yang cara cari suara pakai bohong-bohong apalagi mengtasnamakan PWNU Jatim,” tegas Kiai Marzuki Mustamar melalui video. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.