SURABAYA | duta.co – Akhirnya Kota Surabaya memenangkan pemilihan kategori City of Your Choice sebagai kota terpopuler secara online dalam ajang Guangzhou Award. Kepastian kemenangan itu dinyatakan setelah voting online ditutup pada Jumat (7/12) sore.
Ini artinya dukungan untuk Kota Surabaya sebagai kota yang dikelola dengan manajemen yang baik dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta inovatif terus meningkat.  Kemenangan ini disambut dengan gembira masyarakat Surabaya juga karena sebelumnya Kota Pahlawan beberapa kali gagal melaju di ajang tersebut.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang sedang berada di Guangzhou kemudian mengumumkan kabar gembira itu melalui akun Instagramnya. Warga Kota Surabaya pun bersyukur atas capaian itu.
“Alhamdulillah Kota Surabaya resmi memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018,” tulis Risma di akun Instagramnya Jumat (7/12/2018).
Risma mengatakan, kemenangan itu tentunya berkat dukungan dari warga Surabaya dan masyarakat Indonesia. Karena, seperti diketahui, Surabaya merupakan satu-satunya kota yang mewakili Indonesia di ajang 2 tahun sekali itu.
“Terima kasih dukungan yang luar biasa dari warga Surabaya khususnya dan masyarakat Indonesia,” lanjut Risma.
Dari hasil akhir penghitungan voting secara online, Surabaya berhasil meraup 1.504.535 suara. Sedangkan pesaing terdekatnya nomor 2 Kota Yiwu dari China meraup 1.487.512 suara. Posisi ketiga ditempati Kota Santa Fe dari Argentina mengumpulkan 863.151 suara.
Atas kemenangan itu, Risma mewakili Surabaya menerima piala dari pihak Guangzhou Award sebagai kota terpopuler secara online. Berbagai komentar positif baik dari netizen maupun warga Surabaya langsung membanjiri akun Instagram Risma.

Sukses Kelola Sampah

Selain partisipasi masyarakat, konsistensi Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah dengan menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi salah satu penilaian. Berkat program itu Surabaya berhasil menembus peringkat 15 besar di ajang Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018 dan akhirnya menang.

Selain terus mengurangi volume sampah, Pemkot juga concern mencegah timbunan sampah. Salah satu contoh nyata terlihat pada pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Dari catatan Pemkot, sampah yang masuk ke TPA Benowo mencapai kurang lebih 1.500 ton sampah. Sebagian besar merupakan sampah organik dengan prosentase 60 persen, sisanya sampah anorganik.

Dengan program 3R dan pengelolaan sampah mandiri, sampah-sampah itu kemudian dipilah dan dikelola dari sumbernya (rumah tangga) oleh masyarakat sendiri.

Selain pemilahan sampah mandiri dari rumah tangga, Pemkot Surabaya juga memiliki 26 rumah kompos, serta pusat daur ulang sampah di Jambangan dan Sutorejo. Di setiap kelurahan juga ada fasilitas yang berperan untuk mengedukasi masyarakat perihal pentingnya pengelolaan sampah dari rumah.

Contoh program sukses lainnya adalah pemberlakuan aturan membayar dengan botol plastik atau sampah ketika naik Bus Suroboyo. “Bagi penumpang yang akan naik harus membawa 5 botol ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek), dan kemasan plastik,” kata Wali Kota Tri Rismaharini beberapa waktu lalu.

(ziz/dts)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.