DIMANFAATKAN AHOK: Dunia Medsos benar-benar latah. Kesalahan tulis Pizza Hut menjadi 'Fitsa Hats' dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekjen DPP FPI DKI Jakarta Novel dalam kasus Ahok, menjadi viral. Polisi ikut ‘membela’ diri. Ahok menyebut kesengaja Novel karena pemiliknya non-muslim. (FT/IST.ntz)
DIMANFAATKAN AHOK: Dunia Medsos benar-benar latah. Kesalahan tulis Pizza Hut menjadi ‘Fitsa Hats’ dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekjen DPP FPI DKI Jakarta Novel dalam kasus Ahok, menjadi viral. Polisi ikut ‘membela’ diri. Ahok menyebut kesengaja Novel karena pemiliknya non-muslim. (FT/IST.ntz)

JAKARTA | duta.co – Geger salah tulis Pizza Hut menjadi ‘Fitsa Hats’ dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekjen DPP FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin, rupanya  membuat polisi risih. Maklum, karena BAP itu dibuat oleh polisi, sementara saksi (Novel) hanya teken, meski sebelumnya diminta membaca secara cermat. Ketidakcermatan membaca ejaan inilah yang menggemparkan dunia medsos.

Sampai-sampai Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul merasa perlu ‘membela’ diri. Martinus mengatakan penulisan kata ‘Fitsa Hats’ di dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Sekjen DPP FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin sebagai saksi kasus penistaan agama sudah atas sepengetahuan Novel.

“Ini substansi pengadilan. Kami ingin menyatakan bahwa dalam satu proses pemberkasan, memberikan berita acara melakukan kroscek kepada yang bersangkutan. Jadi ditunjukkan kembali kepada yang bersangkutan, dan apabila yang bersangkutan menyetujui, dan menandatangani BAP maka kami menyatakan BAP tersebut sudah sah,” kata Martinus di Mabes Polri, Rabu (4/1/2017).

Masih menurut Martinus, penulisan ‘Fitsa Hats’ di dalam BAP tersebut ditulis berdasarkan apa yang disampaikan saksi yaitu Habib Novel.

“Apa yang sudah dilakukan, ini di print out dan dikembalikan kepada yang diperiksa atas mekanisme yang dilakukan harus dibaca, apabila ada kalimatnya yang tidak tepat bisa dikoreksi saat itu juga. Bisa dua tiga kali di print out, lalu ditanda tangani, artinya dia mengerti dengan apa yang ditulis dan dinyatakan,” kata Martinus.

Meskipun begitu, pihaknya tidak ingin mengomentari hal tersebut lebih jauh.

“Para hakim yang akan menggali BAP. Itu adalah hal yang biasa. Polri dalam hal ini tidak mengomentari masalah hal itu. Yang akan kami jelaskan, kami menunggu dari mereka yang merasa dirugikan,” tandasnya.

Sebelumnya, kata ‘Fitsa Hats’ di dalam BAP Novel pertama kali dibahas oleh Ahok usai menjalani sidang keempat di Gedung Kementrian Pertanian (Kementan), Selasa (3/1) kemarin. Ahok yang jago memelintir masalah langsung menyambar, menyebut Novel malu mengakui pernah bekerja di warung waralaba Pizza Hut yang nota bene milik non muslim.

Padahal, bisa dipastikan semua itu hanya salah ejaan, tidak substansial dan sangat tepat ditimpakan kepada saksi atau polisi. Karena bisa jadi Novel benar-benar tidak tahu, begitu juga polisi (penyidik) benar-benar tidak paham ejaan yang benar. Yang justru menjadi soal, mengapa kita ribut dan sibuk meluruskan Pizza Hut? (hud/dt)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan