Keterangan foto rmol.id

JAKARTA | duta.co – Akhirnya polemik mengenai RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) memunculkan maksud dibaliknya. Teranyar perdebatan RUU ini mengerucut pada tujuan pembentukan.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dalam sebuah wawancara dengan salah satu media menyebut bahwa tujuan RUU ini dibentuk adalah untuk memperkuat kembali proses pembinaan ideologi Pancasila.

Sementara tujuan kedua RUU HIP, sambung ketua DPP PDI Perjuangan itu adalah untuk menguatkan legal standing Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam tugas dan wewenang menginternalisasi dan membumikan pancasila.

Selama ini, dasar yuridis BPIP berupa Peraturan Presiden 7/2018. Artinya, jika presiden berganti, maka dasar yuridis ini bisa saja diganti oleh presiden pengganti. Jelaskah?

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon tegas menolak RUU HIP. Termasuk menolak tujuan pembentukan RUU itu sebagaimana disampaikan Ahmad Basarah.

Menurutnya, BPIP tidak perlu untuk diperkuat. “Apanya yang harus diperkuat, lembaga BPIP itu harusnya dibubarkan saja,” tegas Fadli Zon dalam akun Twitter pribadinya, Sabtu (27/6).

Selain menolak penguatan BPIP yang menjadi tujuan RUU itu, Fadli Zon juga tegas menolak adanya upaya untuk mengubah Pancasila. Bagi mantan wakil ketua DPR RI ini, Pancasila yang ada saat ini sudah cukup dan tidak perlu diotak-atik lagi. “Pancasila sudah cukup dan final. Tak usah ditambahi atau direduksi,” demikian Fadli Zon. (rmol.id)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry