Berdiri dari kiri (Gus Ipul, Pakde Karwo dan Gus Ali) FT/suud

SURABAYA | duta.co – Ada pemandangan menarik, Gus Ipul dan Pakde Karwo dipertemukan Kiai Sepuh dalam silaturrahim alim ulama NU Jatim. Mantan Gubernur dan Wagub Jatim, itu juga bertemu Gubernur dan Wagub Jatim saat ini, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (9/3/2019).

Sebagaimana diketahui bersama, paska Pilgub Jatim hubungan antara Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf dengan Khofifah sudah cair. Bahkan dengan gentle mantan Cagub Jatim itu mendatangi gedung negara Grahadi Surabaya saat Khofifah menggelar pesta rakyat setelah resmi dilantik Presiden RI Jokowi sebagai Gubernur Jatim masa bhakti 2019-2024.

Sebaliknya hubungan Gus Ipul dengan Pakde Karwo justru kurang harmonis. Hal itu terlihat dari pernyataan kritik mantan Wagub Jatim terhadap mantan Gubernur Jatim dua periode yang dinilai gagal membuat legacy sehingga prestasinya akan mudah dilupakan oleh generasi mendatang.

Tidak cukup dengan pernyataan, sikap apatis dengan enggan hadir di acara-acara seremonial yang dihadiri Pakde Karwo jelang lengser. Bahkan sertijab Gubernur lama dengan Gubernur baru di DPRD Jatim pada 18 Februari lalu, Gus Ipul juga tak mau hadir.

Tak ayal, pertemuan kedua tokoh Jatim yang sempat kurang harmonis ini, sengaja difasilitasi oleh Forum Ulama NU Jatim bisa cair. Yang jelas Pakde Karwo dan Gus Ipul dalam acara itu sempat bersalaman dan berpelukan disaksikan para kiai sepuh NU Jatim.

“Ya cuma salaman, biasa lho salaman. Ngak ada pembicaraan, ngak ada, ngak ada,” dalih Gus Ipul saat ditanya terkait moment bertemu dengan Pakde Karwo.

Begitu juga dengan Pakde Karwo saat dicegat wartawan untuk ditanya berusaha menghindar. “Sik, sik, sik ” jawabnya singkat sambil masuk mobil dan melambaikan tangan berpamitan.

Sarankan Pilih 01  Jokowi-Kiai Ma’ruf

Seperti diprediksi jauh sebelumnya, mayoritas kiai sepuh pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur lebih cenderung mendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 14 April 2019.

Namun penegasan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 itu baru disampaikan ke publik secara resmi dikemas dalam kegiatan silaturahim alim ulama NU Jatim di Hotel Bumi Surabaya, tersebut.

“Kami sepakat mengawal dan bersatu mendukung pasangan nomor urut 01, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin yang merupakan representasi kader terbaik NU,” ujar koordinator forum ulama Jatim bersatu KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan.

Selain deklarasi, pertemuan silaturrahim itu juga menyerukan agar seluruh masyarakat bersama-sama menjaga suasana Jatim yang sudah kondusif dengan ikut aktif menangkal berita hoaks, serta ujaran kebencian karena dapat memecah belah maupun mengadu domba umat.

Forum ulama Jatim, lanjut Gus Fahrur juga menegaskan melakukan “ikhtiar” atau usaha lahir batin dan bermunajat kepada Allah SWT untuk kemenangan pasangan capres-cawapres 01, serta keselamatan maupun keamanan bangsa dan negara.

“Semuanya demi terwujudnya Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang aman serta damai,” ucap pengasuh pondok pesantren An-Nur Bululawang Malang tersebut.

Seruan tersebut, kata dia, merupakan upaya meneguhkan persatuan dan kesatuan umat menjaga aqidah “Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah” dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ini juga bagian dari mewaspadai berkembangnya paham radikal dan intoleran,” kata Gus Fahrur.

Sementara itu, mewakili kiai-kiai sepuh Jatim yang menyatakan kesepakatannya menyampaikan seruan yakni pengasuh pondok pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri KH Zainuddin Djazuli, pengasuh pondok pesantren Lirboyo kediri KH Anwar Manshur, pengasuh pondok pesantren Sidogiri Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil.

Kemudian, pengasuh pondok pesantren Langitan Tuban KH Ubaidillah Faqih, pengasuh pondok pesantren Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid, pengasuh pondok pesantren Al Amin Kediri KH Anwar Iskandar, pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo KH Mutawakkil Alalllah yang juga mantan ketua Pengurus Wilayah NU Jatim.

Berikutnya, pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri, pengasuh pondok pesantren Gersempal Sampang KH Syafiudin Abdul Wahid, serta pengasuh pondok pesantren Sabilurrasyad Malang KH Marzuqi Mustamar yang juga Ketua PWNU Jatim. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.