KEDIRI | duta.co – Diluar perkiraan semua pihak, DPP PAN memutuskan Abdullah Abu Bakar yang juga Wali Kota Kediri diberi tugas sebagai Ketua DPD PAN Kota Kediri.

Seiring jabatan tersebut, maka terpaksa harus melepas jabatannya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Jawa Timur.

Tentang siapa saja yang akan memegang tampuk pimpinan PAN Kota Kediri itu terjawab pada Sabtu kemarin. Hal ini disampaikan Mas Abu, sapaan wali kota saat ditemui di Kantor DPD PAN Kota Kediri, pada Minggu (02/05) malam.

“Prosesnya kan semua dilakukan di DPP,  jadi karena saya ditugaskan dan tidak bisa menolak. Saya harus menjalankan perintah dengan baik ditemani dengan Pak Yunon sebagai sekretaris, lalu Ibu Firdaus sebagai bendahara dan teman – teman yang lainnya anggota DPR semua juga pengurus,” ungkapnya.

Saat ditanya langkah ke depan membawa partai? Wali kota menjabat dua periode ini akan segera melakukan konsolidasi dan menyusun rapat yang bersifaf tekhnis.

“Ini tadi rapat perdana kita konsolidasi sehingga nanti hasil dari konsolidasi kita akan menyusun beberapa rapat-rapat bersifat secara teknis. Gagasan teman-teman yang ada di lapangan serta anggota-anggota DPR kita dan bagaimana yang harus kita garap ke depan. Juga bagaimana cara masyarakat menyampaikan aspirasinya di DPR,” jelasnya.

Mas Abu berharap PAN akan lebih baik khususnya lebih ke kepentingan masyarakat. Kolifi Yunon yang selaku sekretaris menambahkan, bahwa akan melakukan terobosan dalam mengambil kebijakan partai.

“Insya Allah kita nanti akan lebih intens untuk sinergi dengan pengurus dalam terobosan kebijakan – kebijakan partai yang lebih berpihak ke masyarakat. Seperti disampaikan pak ketua, Ini baru rapat pertama dan tentunya untuk merumuskan perlu waktu perlu duduk bareng,” jelas Yunon duduk di DPRD Kota Kediri. (kin/nng)

AMANAT : Rapat perdana sekaligus sosialisasi SK DPW PAN Jawa Timur di Kantor DPD PAN Kota Kediri (Kintan Kinari Astuti/duta.co)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry