
JAKARTA | duta.co – Sejak kemarin (Jumat 1/5/26) video Amien Rais (AR) di akun TikTok, @politikdotin misalnya, menyebut Teddy (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya) itu seorang gay, seperti kaum Nabi Luth yang menyukai sesama jenis. Bahkan AR juga menyebut nama Mbak Titiek Prabowo yang (sampai) menyanyikan lagu berjudul ‘Cinta Segitiga’. Antara ada lirik yang berbunyi: ‘engkau tinggalkan aku demi laki-laki bernama Teddy’.
Media detik.com bahkan sempat menemui di kanal YouTube Amien Rais Official. Tetapi, hari ini (Sabtu 2/5/26) media tersebut gagal mengunduh video tersebut. Ada keterangan yang menyebutkan video tersebut tidak lagi tersedia, karena adanya keberatan resmi yang disampaikan oleh pemerintah. Per pukul 13.51 WIB Sabtu (2/5/2026), video tersebut sudah tak ada lagi di kanal YouTube Amien Rais Official.
Redaksi duta.co jua sudah melihatnya, tetapi, tidak tertarik untuk mengunggahnya. “Saya kira itu sepihak, pengadilan yang tidak adil. Bagaimana seorang tokoh dengan mudah menuduh orang itu gay, apalagi ada ‘main mata’ dengan presiden yang hanya bersumber dari konten AI (Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan),” jelas sumber di redaksi duta.co, Sabtu (2/5/26).
Akhirnya, video Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang sempat viral itu, mendapat bantahan dari Kegggggggpala Badan Komunikasi (Bakom), M Qodari. Ia justru prihatin seorang keliber Amien Rais menjadi korban hoaks dan disinformasi berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Qodari menjawab video berdurasi sekitar delapan menit berjudul “Jauhkan Istana Dari Skandal Moral” yang sebelumnya diunggah melalui kanal YouTube pribadi Amien Rais pada Kamis (30/4/2026). Tetapi video tersebut menurut detik.com sudah tidak tersedia lagi pada Sabtu (2/5/2026).
Qodari menyayangkan tokoh senior seperti Amien Rais dapat terpengaruh informasi yang dinilainya belum terverifikasi. “Saya sebetulnya prihatin ya, melihat video Pak Amien Rais itu. Prihatinnya adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, akademisi, dan profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari.
Menurut Qodari, dasar penilaian Amien Rais berasal dari sebuah akun media sosial yang mengunggah lagu berjudul Aku Bukan Teddy dan diduga dikaitkan dengan Titiek Soeharto. Padahal, kata dia, video tersebut hanya berupa konten hiburan yang tidak berkaitan langsung dengan narasi politik yang berkembang. “Kenapa korban hoaks? Karena dasar penilaiannya adalah sebuah akun yang berisi lagu berjudul ‘Aku Bukan Teddy’ yang dianggap oleh Pak Amien Rais dinyanyikan oleh Ibu Titiek,” lanjut Qodari.
Hal yang sama disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Menurut Meutya video tersebut merupakan pembunuhan karakter. “Kementerian Komunikasi dan mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, Digital (Komdigi) telah pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,” ujar Meutya dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5/2026).
Meutya menyebut pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian. Dia menilai pernyataannya bisa berpotensi memecah belah bangsa. “Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” katanya. (mky,dtc)





































