Proses praktik fotografi untuk produk makanan buatan pelaku UMKM. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Dosen Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas mendampingi para pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Convention Hall Surabaya.

Pendampingan bertujuam untuk meningkatkan branding kuliner dengan fotografi kuliner dan digital marketing, akhir pekan lalu.

Dosen yang terlibat pendampingan yakni Erida Herlina, Pungky Febi Arifianto, Kartika Marta Budiana, Immanuel Candra Irawan dan Ika Yunia Fauzia.

Dalam rilisnya, Minggu (3/10/2021), Ketua Tim Dosen UHW Perbanas, Erida Herlina mengatakan kegiatan pelatihan untuk para pedagang SWK berkat kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi dan UMKM.

Di masa pandemi covid 19, timnya mendapat keluhan dari pedagang setempat mengalami penurunan omzet yang cukup drastis. “Melalui pendampingan ini kami ingin mengoptimalkan promosi melalui media sosial, seperti facebook dan instagram,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat sering mendapatkan referensi tujuan kuliner dari Instagram, Facebook, YouTube, maupun platform jasa pembelian secara online. Maka dari itu, pihaknya memberikan materi tentang optimalisasi media sosial. “Itulah yang jadi alasan kami untuk mengoptimalkan manfaat media sosial dalan mempromosikan produk kuliner di SWK,” jelasnya.

Lanjutnya, sebanyak 40 pedagang di SWK Convention Hall intens berkoordinasi dan konsultasi. Meski tidak harus bertatap muka langsung, mereka tergabung dalam grup dengan pendamping sehingga memudahkan untuk memberikan solusi. Bahkan, UHW Perbanas juga menyiapkan bank verbal dan bank visual yang bisa dimanfaatkan pedagang untuk promosi online.

“Sebelumnya, tim sudah melakukan sosialisasi mengenai fungsi media sosial kepada para pedagang agar mereka memahami manfaatnya. Kami juga optimalkan ulasan Google Maps SWK pedagang serta penyediaan bank visual dan bank verbal untuk membuat content mereka lebih menarik dan persuasif,” tambahnya.

Sementara itu, Nursanti salah satu pedagang setempat mengaku ada perubahan hasil yang lebih bagus saat berfoto menggunakan mini studio fotografi. Dirinya mengakui pencahayaan makanan atau objek jadi semakin jelas.

“Biasanya saya foto dengan alas meja atau lainnya, hasilnya biasa saja. Setelah pakai alat ini makanannya jadi lebih menarik di media sosial,” kesan pedagang Pangsit Mie Hauup di SWK Convention Hall itu. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry