Kegiatan webinar cara muda ekstraksi kolagen dari limbah ikan yang digelar dosen dan mahasiswa DIV Analis Kesehatan Unusa. DUTA/ist

Dua dosen DIV Analis Kesehatan, Ary Andini dan Endah Prayekti membuat kegiatan yang diperuntukkan bagi para mahasiswa. Acara yang dikemas dalam bentuk webinar karena keterbatasan kontak fisik akibat pandemi COvid-19 itu, bertajuk Cara Muda Ekstraksi Kolagen dari Limbah Ikan.

Dibantu dua mahasiswanya yakni Nur Indah Kamaliyah dan Satya Nugraha Wirayudha,  acara yang berkesinambungan digelar sejak Juni hingga September 2020 itu untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang proses ekstraksi demi mendukung mata kuliah kimia farmasi dan skill bagi penelitian tugas akhir.

“Karena itu mata kuliah ekstraksi sangat penting dipahami mahasiswa. Sehingga kami merasa perlu untuk melakukan ini,” ujar Ary Andini.

Dua dosen ini sengaja memanfaatkan limbah ikan. Selain ikan sangat banyak, ikan juga memiliki kandungan kolagen yang sangat tinggi. Dikatakan Ary, kolagen ikan yang akan dihasilkan memiliki keunggulan karakteristik yang lebih baik dibandingkan kolagen hewan ternak dan unggas.

Juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Serta pemanfaatan limbah ikan untuk sintesis kolagen ini memiliki nilai ecogreen yang tinggi karena mampu mengurangi limbah dan merubah menjadi produk yang bernilai tinggi berdasarkan aspek kesehatan dan kebermanfaatannya.

Dijelaskan Ary, kolagen itu berfungsi sebagai penyusun jaringan ikat yang berperan penting dalam penyusunan jaringan tubuh yang baru. Namun, sekarang ini kolagen sintesis telah beredar guna melengkapi kebutuhan manusia karena memiliki manfaat yang banyak.

Misalnya sintesis peralatan medis seperti drug delivery, biomaterial untuk pembentukan scaffold polimerik untuk tissue engineering, benang operasi, pembalut luka (wound dressing) dan kebutuhan kosmetik.

“Sesuai dengan penelitian tentang wound dressing kitosan-kolagen berbasis ikan Gabus (Channa striata) yang telah kami lakukan pada tahun 2019 dengan dana hibah dari Kemenristekdikti, kami akhirnya ingin melakukan webinar tentang Cara Mudah Ekstraksi Kolagen dari Limbah Ikan ini,” jelas Ary.

Tidak hanya diperuntukkan untuk medis, namun kolagen juga banyak digunakan untuk kebutuhan kosmetik karena kolagen menyediakan struktur yang kuat untuk jaringan ikat seperti kulit sehingga mampu untuk menjaga kesehatan kulit.

Kolagen yang beredar di pasaran, terutama yang berasal dari China, sebagian besar berbahan dasar babi. Padahal masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, mendapat larangan untuk mengonsumsi Babi sehingga perlu dilakukan sumber kolagen lainnya seperti unggas, hewan ternak dan ikan.

Kendala yang dialami jika sumber yang digunakan berbahan dasar dari hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan unggas adalah rawan terkena Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE), Transmissible Spongioform  Encephalopathy  dan  Foot-And-Mouth Disease (FMD).

Kolagen dari ikan memiliki keunggulan yaitu memiliki elastisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kolagen dari hewan ternak dan unggas, halal, memiliki imunoreaktivitas yang rendah bagi tubuh, serta memiliki bioaktivitas untuk pembentukan fibroblast dan jaringan epitel yang baru.

Sumber kolagen dari ikan dapat berasal dari kulit, tulang dan sisik ikan. Ketiga bahan tersebut merupakan limbah industry pada produksi makanan berbasis ikan seperti nugget, scallop, tempura, dll. Jadi, pemanfaat limbah ikan dapat digunakan sebagai bahan untuk memproduksi biomaterial yang bernilai tinggi yaitu kolagen.

Kolagen yang didapatkan dapat digunakan untuk bahan produksi kosmetik kulit, jika kebutuhan kolagen tercukupi maka jaringan kulit akan terjaga kesehatannya dan kulit menjadi halus, kenyal, cerah dan kencang, dan sebaliknya jika tingkat kolagen di kulit berkurang,  maka akan mudah keriput, kulit kering, flek pada kulit dan kulit mengendur.

Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pemanfaatan limbah ikan untuk sintesis kolagen ini memiliki nilai ecogreen yang tinggi karena mampu mengurangi limbah dan merubah menjadi produk yang bernilai tinggi berdasarkan aspek kesehatan dan kebermanfaatannya.

Webinar untuk para mahasiswa itu bertujuan agar bisa memperlancar proses perkuliahan terutama praktik ekstraksi. DUTA/ist

Salah satu mata kuliah yang diajarkan di Program Studi (Prodi) D-IV Analis Kesehatan Unusa adalah Kimia Farmasi. Mata kuliah kimia farmasi diberikan pada mahasiswa semester 6.  Pada mata kuliah tersebut mengajarkan kepada mahasiswa untuk melakukan isolasi dan ekstraksi dari suatu bahan alam untuk mendapatkan metabolit tertentu, serta melakukan pengujian mengenai metabolit yang dihasilkan tersebut.

Bahan alam yang digunakan pada berasal dari tanaman dan buah-buahan. Namun, hanya sedikit mengenai isolasi metabolit dari hewan. Isolasi yang paling umum dilakukan jika berasal dari hewan adalah protein. Kolagen merupakan salah satu jenis protein fibrous yang menyusun dalam tubuh.

“Namun, dalam mata kuliah ini masih belum dijelaskan tentang cara mudah untuk ekstraksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tambahan informasi mengenai cara melakukan ekstraksi kolagen berbahan dasar ikan yang cepat dan mudah yang dikuti dari buku saku,” tutur Ary.

Seringkali kata Ary, mahasiswa tingkat akhir mengalami kesulitan dalam menentukan metode ekstraksi yang tepat untuk mendapatkan senyawa metabolit yang diharapkan. Sehingga harus melakukan uji coba terlebih dahulu dengan berbagai pelarut untuk mendapatkan ekstrak yang tepat untuk penelitiannya. Pada semester 6 terdapat mata kuliah yang mengajarkan  proses isolasi atau ekstraksi suatu bahan untuk mendapatkan suatu metabolit.

Namun, menurut mahasiswa masih dirasa belum cukup sehingga perlu tambahan pelatihan diluar jam belajar-mengajar. Hal ini ditujukan agar mereka semakin paham dengan  metode yang digunakan.

Tujuan ekstrak yang didapatkan dalam setiap penelitian pun berbeda-beda karena keanekaragaman hayati di Indonesia sangatlah banyak dan mereka ingin mengangkat tema tersebut sebagai cirri khas penelitian mereka.

“Salah satu usaha yang dapat disumbangkan untuk membantu dalam mengatasi kekurangtahuan mahasiswa dalam ekstraksi protein seperti kolagen, maka kami melakukan webinar Cara Mudah Ekstraksi Kolagen dari Limbah Ikan,” ungkap Ary.

 Dengan kegiatan ini, mahasiswa yang mengikutinya akhir paham dan semangat untuk mengembangkan ekstraksi dari bahan lain yang lebih aman. ril/lap/hms/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry