PEMBUKAAN :  Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim (tengah) bersama Rektor UIN Maliki Abd Haris (dua dari kanan) dalam pembukaan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX di Kota Malang. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang) mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX. Diikuti 3.292 peserta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nasional (PTKIN) seluruh Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang membuka langsung acara mengatakan kegiatan ini sebagai upaya merajut ukhuwah bangsa. Jika Pioner IX ini merupakan sebuah ajang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk merajut persatuan NKRI. Setelah bangsa ini sedikit berselisih dalam pilihan Presiden dan pilihan Legislatif.

“Dengan mengusung tema Spirit of Unitiy’ yang diharap, agar diantara kontingen dapat mempererat tali silaturrahim dan memperteguh persatuan antar PTKIN,” ungkapnya  disela pembukaan PIONIR,Senin malam, (15/7/2019).

Sementara Rektor UIN Malang Abdul Haris mengatakan, event kali ini diikuti 3.292 atlet yang bertanding, 704 offical yang mendampingi, 38 venue pertandingan, 38 cabang lomba, serta melibatkan juri yang bekerjasama dengan KONI dan Kemenpora.

“Pertandingan akan berlangsung mulai tanggal 16 hingga 21 Juli, dengan 4 kategori cabang lomba, diantaranya 7 cabang lomba ilmiah ,11 cabang lomba olahraga, 13 cabang lomba seni, dan 4 cabang lomba riset,” jelasnya.

Pioner IX ini diikuti oleh 58 PTKIN yang diantaranya 17 Universitas Islam Negeri (UIN), 7 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan 34 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) seluruh Indonesia.

Rektor UIN Maliki menjelaskan “Kami sengaja mengambil tema mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter dan berprestasi, dengan motto Spirit of Unity serta mascot kebanggaan berupa singa muda yang berani penuh percaya diri. Nama maskotnya Osi, yang dalam bahasa Malang diartikan bisa”.

Senada dengan hal tersebut. Wakil Rektor III UIN Malang, Dr Isqunajah menyampaikan, bahwa kampus ini ngin menjadi tuan rumah yang baik. Memang sebuah kelaziman jikalau tuan rumah sebuah lomba mesti juara umum, namun perguruan tinggi ini ingin menunjukan bahwa orang Malang bisa menjadi tuan rumah yang baik.

“Menjadi juara itu penting tapi lebih penting lagi menyajikan yang terbaik adalah jauh lebih penting,”” tandas Gus Is-panggilan Isqunajah.

Kota Malang sendiri banyak melakukan inovasi dalam penyelenggaraan. Beberapa lomba akan di gelar di mall, dan sudah bekerjasama dengan mall Lippo Batu untuk lomba peragaan busana, pemilihan Duta PTKIN, desain. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.