SURABAYA | duta.co – Di era yang serba canggih, memproduksi film tidak lagi repot. Tidak harus memiliki kamera canggih yang besar dan berat. Cukup dengan kamera ponsel, semua bisa dilakukan.

 Hal ini ditunjukkan generasi millennial kreatif yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa EntertaiTambah Barument Production Image Creative (UKM EPIC) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo).

Mereka menggelar workshop membuat film hanya dalam 11 jam dan cukup menggunakan smartphone, di kampus Semolowaru itu, Jumat (29/3). Bertempat di Auditorium Ki H. Moh. Saleh, kegiatan ini mengangkat tema “Filmmu adalah kamu”.

Kegiatan yang diikuti dari sejumlah siswa SMA se Surbaya ini mendatangkan sejumlah pembicara yang ahli dalam bidang perfilman, diantaranya alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bakal mengisi acara ini.

Yakni, Lilik Dwipu yang terkenal sebagai sutradara film pendek dokumenter. Selain Lilik, ada Animator dan Editor Film W. Dharmawan yang terkenal dengan sebutan “Cak Waw” yang membagi ilmunnya mengenai trik membuat film 11 jam, serta akademisi sekaligus penulis novel handal Redi Panuju yang membagi kisahnya menuliskan novel.

Dalam paparannya, Redi Panuju mengatakan mengolah kreatifitas tidak bisa lepas dari kebiasaan membaca. “Ide-ide kreatifitas kita akan lebih banyak mendapat refrensi jika kita rajin membaca, baik itu buku atau refrensi online masa kini,” ungkapnya.

Senada dengan Redi, Lilik Dwipu mengakui banyak ide membuat film yang muncul akibat sering membaca. “Jika ide sudah muncul, jangan sia-siakan dan segera tulis menjadi suatu naskah sebagai bahan kita dalam membuat alur film yang bagus,” papar sutradara film ini.

Sementara, Cak Wo mengatakan bukan hanya membuat naskah film yang membutuhkan ide kreatif, dalam mengedit film pun dibutuhkan ide ekstra kreatif dalam menyajikan tampilan film yang bagus. “Saya yakin, temen-temen millenial ini punya  ide liar dalam membuat suatu karya. Terlebih soal editing, hanya menggunakan handphone pun zaman digital ini banyak menyajikan tampilan efek ciamik agar film yang dibuat lebih keren,” jelasnya.

Hibatullah Fajari, Humas EPIC mengatakan workshop dalam rangka memeringati Hari Film Nasional ini untuk memberi motivasi dan pembekalan pada penerus film maker Indonesia, agar mempunyai pengetahuan dasar serta mengasah keahlian yang dimilikinya. “Seharusnya dapat menggunakan handphone dengan sebaik mungkin, karena pada dasarnya semua generasi millennial dapat melakukan suatu perubahan dengan sebuah gerakan yaitu sebuah karya dengan memanfaatkan teknologi,” kata mahasiswa semester IV ini.

Hibatullah menambahkan, dengan handphone generasi millenial dapat mengekspresikan ide, gagasan, dan diri dalam sebuah karya. “Entah karya itu dalam bentuk video maupun film, karena smartphone yang biasa digunakan juga dapat menjadi salah satu cara membangun citra diri yang positif untuk menunjang kreativitas,” imbuhnya.

Ditemui di sela acara, Ketua Pelaksana mengatakan workshop yang berlangsung hingga Sabtu (30/3) ini mengasah kreatifitas peserta melalui serangkaian kegiatan seperti lomba membuat film dan screening film. “Selama dua hari, peserta akan mengikuti beberapa rangkaian yaitu workshop, lomba membuat film dan screening film. Lomba pembuatan film 11.3 dengan waktu selama 11 jam dan dengan durasi 3 menit,” pungkasnya. end/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.