
SURABAYA | duta.co — Lembaga Manajemen Infak (LMI) kembali menggelar safari dakwah bersama Ustadz Muzammil Hasballah di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, yakni Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Jember.
Kegiatan bertema “Memaknai Hari Kemenangan dengan Mentadaburi Alquran” ini berlangsung di delapan titik lokasi selama empat hari sejak Jumat (17/4/2026) dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan, termasuk komunitas teman tuli.
Raihan Nasukha selaku Partnership and Event Officer LMI mengatakan bahwa kemenangan Ramadan tidak hanya selesai setelah Idulfitri, tetapi juga mengenai bagaimana kita mempertahankan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah membaca dan mentadaburi Alquran.
“Meskipun Ramadan sudah berlalu, kita harus tetap membangun dan mempertahankan kedekatan dengan Alquran. Tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pemuda yang akrab disapa Raihan ini.
Selaras dengan tema besar yang diusung, Ustadz Muzammil Hasbalah yang menjadi pengisi kajian turut menegaskan bahwa kemenangan sejati adalah ketika hati semakin dekat kepada Allah. Seiring dengan kedekatan tersebut, kehidupan kita juga akan senantiasa dipandu oleh nilai-nilai di dalam Alquran.
“Matinya hati adalah ketika kita tidak lagi berdzikir kepada Allah. Dan ketika kita jauh dari Alquran, sejatinya kita juga sedang menjauh dari Allah. Mentadaburi Alquran juga akan melahirkan ketenangan hati, memperkuat iman, serta menjadi petunjuk dalam menghadapi berbagai persoalan hidup” ujar hafizh Alquran dan qari internasional yang dikenal luas melalui lantunan ayat suci yang merdu ini.
Kajian yang senantiasa diiringi oleh suasana menyentuh ketika lantunan ayat suci Alquran dibacakan dengan merdu ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan. Teman-teman tuli dari Rumah Quran Sahabat Tuli di Banyuwangi turut hadir menimba ilmu dalam majelis tersebut dengan didampingi penerjemah bahasa isyarat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa Alquran dapat didekati oleh siapa saja, tanpa batas.
“Senang sekali bisa ikut kajian ini dan juga bertemu Ustadz Muzammil. Terima kasih sudah memberi kami wadah dan kesempatan,” ujar salah satu peserta dari komunitas sahabat tuli yang dibantu menyampaikan melalui penerjemah bahasa isyarat.
Selain menguatkan kedekatan dengan Alquran, Raihan juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar LMI untuk mengajak masyarakat terus peduli pada isu kemanusiaan, khususnya Palestina.
“Kami juga mengajak para jamaah untuk terus peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina. Salah satu bentuk kepedulian itu bisa berupa infak terbaik mereka untuk Palestina. Dana yang terkumpul akan LMI salurkan langsung kepada masyarakat Palestina,” tegasnya. ril/lis






































