
Ajak Dokter dan PPDS FK Unair Berkarir di TNI AL, Pangkat Langsung Letda bagi Dokter Umum dan Kapten bagi Spesialis


Hal itu dikatakan Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Laut (Kapuskesal) Laksda TNI dr M Sulaiman Abidin, SpM saat sosialisasi dengan jajaran dekanat FK Unair, Sabtu (17/10/2026).
Kapuskesal menjelaskan penyesuaian regulasi terbaru memungkinkan dokter umum yang bergabung ke TNI AL akan langsung menyandang pangkat awal Letnan Dua (Letda), bahkan berpeluang mendapatkan jenjang karir yang lebih tinggi hingga tingkat Kapten bagi dokter spesialis.
“Mengenai pangkat, sekarang yang dokter umum langsung Letda. Itu karena tuntutan dari situasi perkembangan undang-undang di TNI, khususnya TNI Angkatan Laut juga. Kita punya fasilitas-fasilitas kesehatan Angkatan Laut yang sudah tersebar di Indonesia ini yang memang perlu dikawal. Kami berharap mudah-mudahan ada yang tertarik bergabung,” ungkapnya.
Untuk mengajak para lulusannya memanfaatkan kesempatan itu, FK Unair melakukan sosialisasi
Program Penerimaan dan Pengembangan Karier Perwira Prajurit Karier (PA PK) TNI Angkatan Laut Gelombang II Tahun Angkatan 2026 bagi para dokter umum maupun dokter spesialis FK Unair.
Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala RSPAL dr. Ramelan Laksma TNI dr Mukti Fahimi, SpPD, Finasim, Dirkesmatla Puskesal Kolonel Laut dr. Iwan Sutanto, SpOT, Dirpers Puskesal Kolonel Laut dr. Merlin Avongsa, MKes; serta Komandan Pusdikkes Kodiklatal Kolonel Laut dr Abdul Haris, SpBS.
Dokter Sulaiman menambahkan kerja sama antara Unair dan TNI AL telah terjalin erat sejak 2022. Selain mengajak lulusan FK Unair mengabdi menjadi tentara, juga pemanfaatan RSPAL dr Ramelan Surabaya sebagai fasilitas dan wahana praktik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Unair, sekaligus rujukan second line pelayanan kesehatan utama di Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FK Unair Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG, Subsp. Urogin-RE menegaskan kesiapan dan kualitas lulusan FK Unair untuk berkontribusi nyata bagi negara melalui jalur keprajuritan TNI AL.
Prof. Eighty memaparkan keunggulan institusi FK Unair sebagai fakultas kedokteran tertua kedua di Indonesia yang kini menempati peringkat ke-2 terbaik di Indonesia dan peringkat 351 dunia.
“Sebagai bagian dari Universitas Airlangga yang menduduki peringkat 276 di Indonesia menurut QS World University Rankings 2027 FK UNAIR menjamin kualitas akademis dan klinis para lulusannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Eighty mengingatkan agar institusi pendidikan tidak sekadar menjadi “menara gading”, melainkan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ia mengimbau para alumni untuk melihat karier militer sebagai opsi pengabdian yang menjanjikan tanpa menghentikan pengembangan profesi medis.
“Ketika memasuki dunia tentara, bukan berarti karier sebagai seorang dokter berhenti. Teman-teman tetap bisa menjalankan profesi dokternya, bahkan menempuh pendidikan spesialis yang menjadi prioritas ketika menjadi utusan TNI,” tutur Prof Eighty.
“Insya Allah seandainya nanti teman-teman banyak yang bergabung menjadi bagian dari TNI, dijamin mereka adalah lulusan dengan kualitas terbaik dari Universitas Airlangga. Setelah lulus tidak harus langsung praktik atau sekolah lagi, tetapi ada juga dunia pengabdian lain yang siapa tahu menjadi masa depan teman-teman semuanya,” pungkasnya. lis