JOMBANG | duta.co — Musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal digelar di Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Hasbullah, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Pemilihan lokasi ini bukan sekadar soal tempat, tetapi juga menyimpan pesan sejarah tentang awal perjuangan dan perjalanan NU.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan lokasi AHWA sebelumnya sempat direncanakan berada di kawasan makam. Namun, rencana tersebut akhirnya digeser ke Ndalem KH Abdul Wahab Hasbullah karena kawasan makam diperkirakan menjadi pusat keramaian peziarah dan penggembira Muktamar.

“Memang awalnya kita punya wacana ditempatkan di area makam. Tapi karena di situ area keramaian, jadi kita geser ke Ndalem KH Wahab Hasbullah,” ujar Gus Rozaq, Senin (10/8/).

Menurut Gus Rozaq, Ndalem Mbah Wahab dinilai lebih kondusif untuk pelaksanaan AHWA yang membutuhkan suasana tenang dan khidmat. Namun, ada alasan lain yang jauh lebih penting, yakni nilai sejarah yang melekat pada rumah tersebut.

“Ini sekaligus untuk mengenang awal perjuangan Kiai Wahab mendirikan NU yang memang berawal dari rumah tersebut,” katanya.

Pemilihan Ndalem Mbah Wahab menjadi lokasi AHWA seolah membawa forum tersebut kembali pada akar sejarah NU. Rumah yang menjadi bagian dari perjalanan KH Abdul Wahab Hasbullah itu kini menjadi tempat salah satu forum paling penting dalam Muktamar ke-35 NU.
AHWA merupakan forum yang melibatkan sembilan ulama pilihan untuk menentukan Rais Aam PBNU periode berikutnya. Mekanisme tersebut mengedepankan musyawarah serta pertimbangan keilmuan dan ketokohan para ulama dalam menentukan sosok yang dinilai layak memimpin jajaran Syuriyah PBNU.

Dengan demikian, AHWA di Ndalem KH Abdul Wahab Hasbullah bukan sekadar agenda Muktamar. Ada pesan yang ingin ditegaskan: NU boleh bergerak mengikuti zaman, tetapi akar sejarah, tradisi pesantren, dan musyawarah ulama tetap menjadi pijakan. Dari Ndalem Mbah Wahab, forum AHWA akan menjadi salah satu penentu arah kepemimpinan Syuriyah PBNU ke depan.(mer/din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry