JAKARTA | duta.co – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) akan segera menghirup udara bebas setelah divonis bersalah dalam kasus penistaan agama.
Ahok akan bebas pada 24 Januari 2019 nanti. Namun Ahok yang sering dipoles dengan berita sebagai sosok yang bersih masih mungkin masuk bui lagi sebab ada beberapa kasus korupsi yang diduga Ahok terlibat dan  masih belum tuntas. Misalnya kasus reklamasi Teluk Jakarta, Pembelian lahan RS Sumber Waras, hingga sengketa pembelian lahan di Cengkareng.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik menyarankan agar aparat penegak hukum harus menuntaskan kasus-kasus korupsi yang diduga melibatkan Ahok.

“Kalau ini memang dianggap bermasalah, ya harus dituntaskan secara hukum,” tegas Taufik Senin (21/1/2019).

Lanjut Taufik, antara bebasnya Ahok dari penjara dengan dugaan kasus hukum lainnya harus dibedakan. Karena pembebasan Ahok merupakan hak, tapi bila masih ada dugaan kasus lainnya tergantung pada proses hukum yang berlaku.

“Jadi jangan disatukan itu dua hal yang berbeda,” kata Taufik.

Hari kebebasan bagi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tinggal menghitung hari. Lalu apakah Ahok akan masuk bui lagi? Jawabannya menunggu proses yang berjalan di polisi.

Seperti diketahui Kepolisian Daerah Metro Jaya ternyata telah memeriksa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  tentang kasus reklamasi Pulau C dan D di Teluk Jakarta. Ahok, diperiksa di rumah tahanan Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, awal Februari lalu.
Ahok diperiksa terkait kebijakan yang diambil pada masa kepemimpinannya terkait proyek reklamasi di Jakarta Utara. Menurut Adi, penyidik melayangkan sekitar 20 pertanyaan kepada Ahok. Hingga sekarang masyarakat menunggu kasus itu agar segera dituntaskan. “Ini penting sebab kasus itu sangat besar dan menasional,” kata Subhan warga Jakarta Utara Senin pagi tadi.
Ahok juga dikabarkan terjun ke dunia politik lagi dengan bergabung bersama kubu Jokowi.  Ahok dinilai sebagai amunisi untuk menambah suara bagi Jokowi.
Hanya saja ada benturan masalah sebab ada cawapres KH Ma’ruf Amin yang dulu secara tidak langsung ikut menjebloskan Ahok ke penjara. Pendukung Ahok tidak suka dengan Kiai Ma’ruf. “Tapi kabarnya Ahok istirahat dulu dari politik. Yang jelas itu hak Ahok,”  katanya. (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.