
KUDUS | duta.co – Agnia Rohman, siswi kelas V SDN Kalirungkut Surabaya baru pertama mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus. Tahun lalu dia masih belum cukup umur untuk mengikutinya.
Merasakan pertama kali bertanding membawa nama Surabaya menghadapi tim dari kota lain, membuatnya sangat antusias. Tak heran, dia selalu merasa sedih ketika timnya mengalami kekalahan.
Kesedihan itu mencapai puncak ketika satu-satunya golnya tidak mampu membawa All-Stars Surabaya melaju ke final saat melawan Kudus, Sabtu (27/6/2026).
Namun di perebutan juara tiga, Agnia menjadi penyelamat. Gol satu-satunya di menit ke-25 mengantarkan All-Stars Surabaya bisa mempertahankan gelar juara ke-3.
Ini membuktikan kesedihan tidak boleh berlarut-larut. Untuk merebut juara pertama, Agnia bertekad tahun depan akan melakukannya. Persiapan dengan latihan-latihan keras akan menjadi komitmen dia dan timnya. “Tahun depan harus lebih bagus. Saya harus terus berlatih,” tegasnya.
Permainan Agnia memang mencuri perhatian banyak pihak. Sebagai striker atau penyerang, tendangan bolanya menakutkan lawan. Kakinya lincah merebut dan menggiring bola.
Masuk sekolah bola sejak kelas 2 SD, menjadikan Agnia cukup paham memahami instruksi dari pelatihnya, Sai Dong. Bahkan saat di perebutan juara tiga, Agnia mengaku ada instruksi tanda love dari pelatihnya saat tendangan penjuru di gawang tim All-Stars Yogyakarta.
Tanda love itu artinya, bola yang ditendang dari pojok kanan gawang Yogyakarta tidak langsung mengarah ke gawang, melainkan harus diover ke belakang, lalu ditendang ke gawang. Saat itu, bola mengarah ke kaki Agnia, dan akhirnya terciptalah gol satu-satunya yang membawa kemenangan All-Stars Surabaya.
Agnia mengaku senang bisa terpilih menjadi salah satu pemain yang membawa nama Surabaya. Dia mencoba tampil bagus karena keinginannya untuk bermain di Singa Cup 2026 di Singapura. “Mau banget ikut Singa Cup,” katanya dengan logat Surabaya yang sangat kental.
Bahkan saat bertanding di penentuan juara tiga, Agnia menggunakan perban putih di tangan yang bertuliskan ‘doa ibu, Singa Cup’. “Doa ibu yang akan membawa ke Singa Cup,” katanya.
Seperti diketahui, para pelatih MLSC memilih pemain terbaik dari All-Stars 12 kota itu yang akan dilatih untuk dibawa ikut kompetisi Singa Cup.

Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge menegaskan para pelatih yakni Coach Timo dan Jacksen Tiago memang akan memilih 34 nama dari laga All-Stars ini. Ke-34 nama itu nanti dijadikan dua tim untuk berlaga di Singa Cup, Singapura pada November mendatang. “Supaya anak-anak punya pengalaman untuk bertanding di luar negeri,” katanya.
Pelatih All-Stars Surabaya, Sai Dong optimis akan ada beberapa nama dari anak asuhnya yang akan berangkat ke Singapura. Karena dia merasa permainan anak asuhnya sudah semakin bagus dan mengalami progres setiap harinya.
“Saya optimis ya akan ada beberapa nama. Tapi semua tergantung coach Timo dan Jacksen. Tapi pemain Surabaya sudah sangat bagus. Bukan sekadar nendang bola, tapi sudah terarah,” tandasnya. ril/lis





































