Sebaiknya kalau ke Kediri , tidak menyeberangi Kali Brantas. Tampak Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (istimewa).

KEDIRI | duta.co – Berdasarkan rilis dikeluarkan Mabes TNI, dijadwalkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melakukan serangkaian kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Pulau Madura dan Jawa Timur, selama dua hari, mulai Senin (1/4/2019).

Hal ini dibenarkan Dandim Kediri 0809 Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, atas hadirnya dua pejabat tinggi negara ini di antara kunjungan itu ke Ponpes Al – Falah Desa Ploso Kecamatan Mojo.

Bukan masalah persiapan pengamanan dan penyambutan atas sosok perwira tinggi dengan 4 bintang di pundaknya. Namun bagi ‘orang pintar’ di Kediri, kedatangan orang penting di tengah-tengah hiruk pikuk politik ini, bakal menyisakan ‘pekerjaan rumah’ (PR) berat.

Ini karena kesakralan tanah Kediri yang kini menjadi mitos kepercayaan warganya. Karena itu, seorang budayawan Kediri mewanti-wanti agar tidak menyeberangi sungai Brantas, kalau tidak ingin ada goro-goro.

“Barang siapa, pemimpin tertinggi memasuki kota santri, apalagi berani menyeberangi Sungai Brantas, memang ada mitos seperti itu,” jelas sosok budayawan, tidak ingin disebutkan namanya.

Kali Brantas dan Kuasa Allah swt

Beliau pun bercerita saat almarhum Presiden Abdurraham Wahid datang ke Kediri, kemudian dilengserkan di kemudian hari. Lalu mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang aman, saat itu mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Kelud.

“Karena beliau masuknya dari Malang, transit di Blitar, tidak sampai menyeberangi Sungai Brantas,” jelasnya.

Ia kemudian merujuk banyak kasus. Ada OTT yang dilakukan KPK kepada Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, usai menghadiri acara di Bukit Daun Hotel, saat perjalanan kembali ke Jakarta, akhirnya batal pulang ke rumah karena harus memakai rompi warna oranye.

Kemudian Menpora Imam Nahrawi, minggu lalu menghadiri acara program televisi digelar di GOR Jayabaya, kini namanya sudah disebut dalam persidangan kasus yang ditangani KPK yakni kasus dana hibah KONI.

“Ya! Semua ini memang kita serahkan kepada Allah Swt. Kita berharap semua berjalan baik, namun bila nanti terjadi musibah, semua itu atas kehendakNya. Tidak perlu terlalu dibesar-besarkan, apalagi berlebihan,” jelas tokoh spiritual dikenal akrab di kalangan anak muda ini. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.