SEMINAR : Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Atik Saiful Rachman (kanan) memberikan karangan bunga pada Soraya Haque usai acara Pesona Cantik, Percaya Diri dan Mandiri di Era Milenial di Mercure Grand Mirama Surabaya, Selasa (30/4). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Pasar bebas juga bisa menembus dunia pendidikan. Pendidik asing bersiap untuk masuk ke Indonesia. Jika para guru di Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan baik, jangan menyesal jika tergeser oleh guru-guru asing.

Model yang juga seorang pendidik, Soraya Haque mengatakan pendidik di Indonesia sudah harus mempersiapkan diri. Kemampuan diri juga harus ditingkatkan. Salah satunya adalah soft skill salah satunya kejujuran.

“Pendidik di luar negeri, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka bersiap untuk keluar negaranya. Salah satunya ke Indonesia. Kalau di Indonesia ini tidak berbenah, ya amblaslah, kalah bersaing,” ujar Aya panggilan akrab Soraya Haque di harapan 600 anggota Dharma Wanita se-Jawa Timur, Selasa (30/4).

Dikatakan Soraya, pendidik zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu. Saat ini pendidik dihadapkan dengan murid-murid yang sudah sangat lekat dengan teknologi atau yang dikenal dengan anak milenial.

Sehingga pola pengajarannya juga harus berubah. “Pendidik harus mampu menjual ide, jangan kalah dengan anak milenial. Jangan hanya terpaku pada teori-teori. Berkreasilah. Dengan begitu pendidik akan memberikan peluang bagi anak didiknya untuk menumbuhkan ide sehingga anak didik bisa melakukan terobosan baru,” tandas Soraya.

Selain itu, pendidik harus mencintai pekerjaannya. Cara untuk mengetahui kecintaan pada pekerjaan, adalah dengan tidak mengeluh.

“Jika banyak yang mengeluh berarti itu tanda tidak mencintai pekerjaan. Walau gaji tidak seberapa tapi kalau kita cinta pada pekerjaan maka hasilnya akan maksimal,” tuturnya.

Selain itu, agar pendidik itu bisa sukses, kata Aya, harus disiplin, mudah bergaul, ada dukungan dari pendamping dan kerja keras serta memiliki jiwa kepemimpinan,

Selain itu, pendidik juga harus bisa mengajari anak didiknya akan sesuatu yang baik. Dikatakan Soraya memang baik dan benar itu relatif.

Baik bagi kita belum tentu baik untuk orang lain. Benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Benar itu kata Soraya hanya milik Sang Pencipta.

“Hidup itu baik dan buruk. Kalau benar nantinya bisa membuat seseorang bisa menghakimi orang lain. Karena menganggap orang lain tidak benar. Didiklah anak-anak kita itu untuk bisa melihat warna-warni Indonesia dengan segala perbedaannya,” jelas Aya.

Tidak hanya itu, Soraya juga meminta para pendidik untuk tampil cantik dan menarik, walau yang dihadapi sehari-hari adalah anak-anak.

Tampil menarik itu tidak hanya fisik tapi dalam segala aspek yang ada. Tampil menarik di depan kelas akan membuat suasana menjadi semangat.

“Kalau gurunya lemes, tidak semangat, tampil ala kadarnya, muridnya jadi malas juga,” ungkapnya.

Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Atik Saiful Rachman mengungkapkan kehadiran Soraya sekaligus menjadi motivasi bagi para Dharma wanita dalam meningkatkan kualitasnya.

” Harapan kami kegiatan ini akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, mandiri dan percaya diri.  Makanya kami dorong agar mereka punya softskill untuk membentuk karakter anak bangsa,” paparnya.

Selain mendatangkan Soraya, kegiatan ini juga mendatangkan Make Up Artist yang akan membantu para pengurus Dharma Wanita dalam merawat diri agar bisa percaya diri saat tampil di publik. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry